RADARBANYUWANGI.ID – Duka mendalam masih menyelimuti keluarga AGC, 22, kurir makanan yang meninggal dunia usai mengalami kecelakaan tragis di Banyuwangi. Setelah sempat menjalani perawatan intensif, jenazah pemuda asal Kecamatan Karang Sambung, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, akhirnya dipulangkan ke kampung halamannya. Di balik kepulangan itu, terselip kisah solidaritas sesama pengemudi ojek online (ojol) dan relawan yang bergerak membantu tanpa pamrih.
Jenazah AGC tiba di rumah duka di Kabupaten Kebumen pada Kamis (21/5) sekitar pukul 12.00 WIB. Kedatangannya disambut tangis haru keluarga yang tak kuasa menahan kehilangan atas kepergian korban secara mendadak.
Sopir ambulans yang mengantar jenazah korban, Catur Susiono Prasojo, 40, mengatakan suasana duka langsung pecah ketika ambulans tiba di rumah keluarga korban.
"Sekitar pukul 12.00 sampai di Kebumen," ujarnya.
Di balik proses pemulangan jenazah itu, terdapat perjuangan panjang. Sebab, keluarga korban sempat mengalami kesulitan untuk menanggung biaya pemulangan dari Banyuwangi menuju Kebumen yang berjarak ratusan kilometer.
Melihat kondisi tersebut, relawan dari Tim Reaksi Cepat (TRC) Genteng turun tangan membantu proses pemulangan agar jenazah dapat segera dibawa pulang.
"Semula keluarga kesulitan biaya ambulans, akhirnya kami dari relawan TRC Genteng membantu," kata Prasojo.
Tak hanya relawan, solidaritas juga datang dari sesama rekan pengemudi ojek online yang selama ini bekerja bersama korban. Mereka bergerak menggalang bantuan secara sukarela untuk meringankan beban keluarga.
Prasojo menyebut, sejumlah kebutuhan selama proses penanganan jenazah juga dipenuhi hasil patungan rekan sesama ojol.
"Biaya di rumah sakit rekan-rekan ojol yang bantu. Mereka iuran sampai terkumpul sekitar Rp 1 juta," ungkapnya.
Aksi spontan tersebut menjadi gambaran kuatnya solidaritas di kalangan pekerja sektor informal yang sehari-hari menghadapi kerasnya persaingan jalanan. Duka yang dialami AGC menjadi duka bersama bagi komunitas pengemudi daring di Banyuwangi.
Seperti diketahui, AGC mengalami kecelakaan maut saat melintas di Jalan Raya jurusan Kecamatan Sempu, tepatnya di wilayah Dusun Maron, Desa Gentengkulon, Kecamatan Genteng.
Peristiwa nahas itu terjadi ketika korban baru selesai mengantarkan pesanan makanan. Dalam perjalanan, sebuah besi hollow yang diangkut kendaraan pikap tiba-tiba terjatuh dan menghantam tubuh korban.
Benturan keras terjadi tepat di bagian dada hingga menyebabkan AGC mengalami luka serius. Warga yang mengetahui kejadian langsung memberikan pertolongan dan membawa korban menuju rumah sakit.
Korban sempat menjalani perawatan di RS Al Huda Gambiran. Namun, kondisi luka akibat benturan sangat berat sehingga nyawanya tidak berhasil diselamatkan.
Peristiwa tersebut memunculkan keprihatinan sekaligus sorotan terhadap aspek keselamatan pengangkutan barang di jalan raya. Sebab, material berukuran panjang seperti besi hollow memiliki risiko tinggi apabila tidak diikat atau diamankan dengan standar keselamatan yang memadai.
Sementara itu, pihak kepolisian hingga kini masih melakukan penyelidikan terkait kecelakaan tersebut. Pengemudi kendaraan pikap yang membawa muatan besi masih menjalani pemeriksaan untuk mendalami kronologi kejadian.
Anggota Unit Lantas Polsek Genteng Aiptu Dedy Irwanto mengatakan proses penyelidikan masih berlangsung.
"Sampai sekarang masih diperiksa. Kendaraan yang terlibat kami amankan di Polsek Genteng," katanya.
Polisi juga mengamankan kendaraan yang terlibat sebagai barang bukti. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan ada atau tidaknya unsur kelalaian dalam pengangkutan muatan yang menyebabkan kecelakaan fatal tersebut.
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi pengguna jalan dan pengangkut barang agar lebih memperhatikan aspek keamanan kendaraan, terutama terkait pengikatan muatan.
Sebab, satu kelalaian kecil di jalan raya dapat berujung petaka besar dan mengubah perjalanan pulang seseorang menjadi perjalanan terakhirnya. (sas/sgt)
Editor : Ali Sodiqin