Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Soal Tragedi Green SM di Bekasi, VinFast Pastikan Kooperatif Dukung Penyelidikan KNKT

Lugas Rumpakaadi • Kamis, 21 Mei 2026 | 06:38 WIB
VinFast Indonesia menyatakan masih menunggu hasil investigasi KNKT. (JawaPos.com)
VinFast Indonesia menyatakan masih menunggu hasil investigasi KNKT. (JawaPos.com)

RADARBANYUWANGI.ID - VinFast Indonesia menyatakan masih menunggu hasil investigasi resmi terkait kecelakaan kereta api yang melibatkan armada taksi Green SM di wilayah Bekasi, Jawa Barat, pada 27 April 2026.

Kecelakaan tersebut menyebabkan belasan orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka. Proses penyelidikan kini masih dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), kepolisian, serta sejumlah instansi terkait.

CEO Kariyanto Hardjosoemarto menegaskan pihaknya menyampaikan belasungkawa mendalam atas insiden tersebut sekaligus mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung.

Baca Juga: Jakpro dan Waskita Percepat Penyelesaian LRT Jakarta Fase 1B, Target Operasi Penuh Agustus 2026

“Pada prinsipnya tentu kami bersimpati, berduka cita mendalam atas kejadian tersebut. Saat ini prosesnya masih dalam tahap investigasi oleh pihak berwenang, KNKT, kepolisian, dan beberapa instansi terkait,” ujar Kariyanto, Rabu (20/5/2026), dikutip Antara.

Menurut dia, VinFast bersikap kooperatif dengan memberikan data-data yang dibutuhkan oleh aparat dan tim investigasi guna mendukung proses penyelidikan.

“Green SM merupakan sister company atau taksi operator, customer kami juga. Tapi kami selaku brand holder, pemilik produk, tentu berkolaborasi, kita support semua penyelidikan yang ada dengan memberikan seluruh data yang kami miliki,” katanya.

Baca Juga: NU dan Trotoar yang Kehilangan Fungsi

Ia menambahkan, hasil akhir terkait penyebab kecelakaan maupun kesimpulan investigasi sepenuhnya akan disampaikan oleh otoritas yang berwenang.

“Hasil akhirnya seperti apa? Nanti tentu itu statement akan diberikan oleh pihak yang terkait, dalam hal ini KNKT,” imbuhnya.

Kariyanto juga menjelaskan bahwa Green SM merupakan bagian dari ekosistem VinFast di Indonesia. Selain Green SM, ekosistem tersebut mencakup VinFast Automobile yang mengelola pabrik di Subang, VinFast Trading Indonesia untuk distribusi kendaraan, serta VGreen Indonesia yang menangani infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa Green SM beroperasi sebagai entitas bisnis yang berdiri sendiri.

“Green SM Indonesia itu perusahaan taksi terpisah, ada CEO-nya sendiri, ada perusahaannya sendiri. Jadi bagi kami Green SM itu adalah customer yang membeli kendaraan dari kami. Jadi itu merupakan entitas terpisah,” jelasnya.

Di tengah proses investigasi yang masih berlangsung, VinFast menyebut fokus perusahaan tetap diarahkan pada penguatan layanan penjualan dan purnajual kendaraan listrik di Indonesia. Perusahaan juga melanjutkan berbagai program untuk meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap kendaraan listrik VinFast di pasar nasional.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Kecelakaan Bekasi #investigasi KNKT #VinFast Indonesia #Green SM #Taksi Listrik