Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kurir Makanan asal Kebumen Tewas di Banyuwangi, Dada Tertimpa Besi Hollow dari Pikap yang Melintas

Salis Ali Muhyidin • Kamis, 21 Mei 2026 | 01:00 WIB
TKP: Anggota Unit Lantas Polsek Genteng olah TKP kecelakaan di jalan raya Dusun Maron, Desa Gentengkulon, Kecamatan Genteng, Rabu (20/5). (Salis Ali/Radar Banyuwangi)
TKP: Anggota Unit Lantas Polsek Genteng olah TKP kecelakaan di jalan raya Dusun Maron, Desa Gentengkulon, Kecamatan Genteng, Rabu (20/5). (Salis Ali/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Nasib tragis menimpa seorang kurir makanan di Banyuwangi. Baru pulang mengantar pesanan, pria berinisial AGC, 22, tewas setelah dadanya dihantam besi hollow yang terjatuh dari kendaraan pikap di jalan raya wilayah Kecamatan Genteng.

Korban yang merupakan warga Kecamatan Karang Sambung, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah dan belakangan berdomisili di Kecamatan Genteng itu sempat dilarikan ke rumah sakit. Namun luka serius akibat benturan keras membuat nyawanya tidak tertolong.

Peristiwa kecelakaan maut tersebut terjadi di jalan raya jurusan Kecamatan Sempu, tepatnya di Dusun Maron, Desa Gentengkulon, Kecamatan Genteng.

Korban dinyatakan meninggal dunia di RS Al Huda Gambiran akibat luka berat pada bagian dada setelah tertimpa material besi hollow atau pipa kotak berongga yang jatuh dari kendaraan bak terbuka.

Anggota Unit Lantas Polsek Genteng Aiptu Dedy Irwanto menjelaskan, insiden bermula ketika AGC mengendarai sepeda motor Honda Beat bernopol AA 6432 FJ dari arah utara.

“Menurut informasi, korban baru saja pulang mengantar paket makanan,” ujarnya.

Saat melaju dengan kecepatan sedang, korban berpapasan dengan mobil pikap bernopol P 9774 VC yang dikemudikan Wahyu Adi, 32, warga Desa Gentengwetan. Pikap tersebut datang dari arah selatan sambil mengangkut material konstruksi berupa besi hollow.

“Dari arah selatan ada pikap membawa material besi kotak yang hendak dipakai untuk konstruksi,” terang Dedy.

Petaka terjadi ketika material besi yang dibawa pikap itu tiba-tiba terjatuh ke jalan. Polisi menduga besi hollow tersebut lepas karena tidak diikat dengan aman selama proses pengangkutan.

Saat bersamaan, AGC sedang melintas dan berpapasan dengan kendaraan tersebut. Besi hollow yang jatuh langsung menghantam dada korban dengan keras.

“Korban langsung jatuh dan tidak sadarkan diri. Kemudian sopir pikap membawa korban ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong,” ungkapnya.

Benturan keras pada bagian dada menyebabkan korban mengalami luka fatal. Meski sempat mendapatkan penanganan medis di RS Al Huda Gambiran, korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Polisi yang menerima laporan segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sekaligus mengamankan barang bukti.

Dedy menegaskan, pihaknya telah menjalankan prosedur operasional standar (SOP) dalam penanganan kasus kecelakaan tersebut, termasuk memeriksa kendaraan pengangkut dan material yang diduga menjadi penyebab utama insiden maut itu.

“Olah TKP sudah kami lakukan. Barang bukti mobil pikap dan besi sudah kami amankan,” pungkasnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya standar keselamatan dalam pengangkutan material di jalan raya. Muatan yang tidak diikat dengan benar berpotensi membahayakan pengguna jalan lain dan memicu kecelakaan fatal. (sas/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#kurir makanan tewas #besi hollow jatuh #kecelakaan Genteng #polsek genteng #kecelakaan banyuwangi