RADARBANYUWANGI.ID – Aksi pencurian dengan modus pecah kaca mobil kembali terjadi di Banyuwangi. Kali ini, uang tunai sekitar Rp 300 juta milik seorang warga Wongsorejo raib digondol pelaku usai mobil Toyota Fortuner yang diparkir di pinggir jalan dipecah oleh dua pria tak dikenal.
Peristiwa yang terjadi di Jalan KH Harun, Kelurahan Tukangkayu, Kecamatan Banyuwangi, Senin sore (18/5), itu sempat terekam kamera CCTV dan kini tengah menjadi perhatian aparat kepolisian.
Dari rekaman CCTV yang beredar, pelaku diketahui berjumlah dua orang dan berboncengan menggunakan sepeda motor Yamaha NMAX warna putih. Keduanya mengenakan jaket saat menjalankan aksinya.
Setelah berhasil mengambil tas berisi uang tunai dari dalam mobil, pelaku langsung melarikan diri ke arah barat. Dalam rekaman tersebut, helm milik pelaku yang duduk di belakang bahkan sempat terjatuh saat hendak kabur.
Diduga panik aksinya diketahui warga sekitar, pelaku langsung tancap gas meninggalkan lokasi kejadian.
Korban diketahui berinisial FS, 21, warga Kecamatan Wongsorejo. Saat kejadian, korban memarkir mobil Toyota Fortuner warna hitam bernopol P 1282 di pinggir jalan sebelah timur Hotel Peni.
Menurut informasi yang dihimpun, uang ratusan juta rupiah tersebut baru saja diambil korban dari bank dan rencananya akan digunakan untuk pembayaran cabai yang akan dikirim ke Bali.
Namun, sebelum melanjutkan perjalanan, korban disebut sempat berhenti untuk membeli seblak di sekitar lokasi kejadian.
Tanpa disadari, tas berisi uang tunai masih berada di dalam mobil. Tidak lama kemudian, terdengar suara kaca mobil pecah.
Saat dicek, kaca mobil bagian samping telah rusak dan tas berisi uang Rp 300 juta sudah hilang dibawa kabur pelaku.
Ayah korban yang berada di Mapolresta Banyuwangi membenarkan bahwa uang tersebut akan digunakan untuk kebutuhan pembayaran komoditas cabai.
“Uang itu buat bayar cabai, cabainya akan dikirim ke Bali,” ujarnya singkat.
Hingga tadi malam, korban masih menjalani pemeriksaan intensif di ruang Resmob Satreskrim Polresta Banyuwangi. Sejumlah anggota keluarga korban juga tampak mendatangi Mapolresta Banyuwangi untuk memberikan pendampingan.
Kasatreskrim Polresta Banyuwangi, Lanang Teguh Pambudi, membenarkan adanya insiden pencurian dengan pemberatan tersebut.
Menurut dia, penyidik saat ini masih mengumpulkan keterangan korban, saksi-saksi, serta alat bukti di lokasi kejadian guna mengungkap identitas para pelaku.
“Kita masih kumpulkan keterangan korban, serta melakukan penyelidikan lebih lanjut,” tegasnya.
Lanang menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kejadian bermula setelah korban mengambil uang dari bank. Namun di tengah perjalanan korban berhenti untuk membeli makanan di sekitar lokasi.
“Jadi mobil diparkir dengan posisi uang di dalam mobil, korban baru mengetahui setelah terdengar adanya suara kaca mobil pecah,” jelasnya.
Dalam aksi tersebut, pelaku dipastikan berhasil membawa kabur uang tunai senilai Rp 300 juta.
Polisi kini tengah mendalami kemungkinan pelaku sudah mengikuti korban sejak keluar dari bank atau memang telah mengincar kendaraan korban sebelumnya.
Satreskrim Polresta Banyuwangi juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat membawa uang dalam jumlah besar dan tidak meninggalkan barang berharga di dalam kendaraan meski hanya dalam waktu singkat.
“Kami memohon kepada masyarakat yang mengetahui atau memiliki informasi atas kejadian tersebut dapat melaporkannya ke Mapolresta Banyuwangi,” pungkas Lanang.
Kasus pecah kaca mobil dengan sasaran uang tunai dalam jumlah besar belakangan kembali marak terjadi di sejumlah daerah. Polisi mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan pengawalan kepolisian apabila membawa uang dalam nominal besar guna meminimalkan risiko tindak kriminalitas. (rio/aif)
Editor : Ali Sodiqin