RADARBANYUWANGI.ID - Perburuan kumbang di kawasan hutan kaki Gunung Raung nyaris berujung maut. Seorang pria asal Desa Margomulyo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, terperosok ke jurang saat mencari kumbang di kawasan hutan Geligir, Jumat malam (15/5).
Korban bernama Latif, 43, berhasil diselamatkan setelah proses evakuasi dramatis yang melibatkan warga dan aparat kepolisian di tengah medan hutan yang gelap, licin, dan sulit dijangkau.
Insiden tersebut terjadi di kawasan hutan Geligir yang masuk wilayah Desa Kajarharjo, Kecamatan Kalibaru. Area tersebut dikenal memiliki kontur curam dengan banyak jurang dan jalur sempit di kaki Gunung Raung.
Kapolsek Glenmore AKP Budi Hermawan mengatakan pihaknya menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 20.30 WIB terkait adanya warga yang jatuh ke jurang saat berada di kawasan hutan.
“Korban memang pekerjaannya di hutan. Saat itu sedang mencari kumbang bersama rekannya di kawasan hutan Geligir,” ujarnya, Sabtu (16/5).
Tanah Longsor Saat Berjalan di Bibir Jurang
Berdasarkan keterangan polisi, kejadian bermula ketika korban bersama rekannya menyusuri kawasan hutan untuk mencari kumbang yang biasa diburu para pencari serangga malam.
Namun saat melintas di tepian jurang, tanah yang dipijak Latif mendadak longsor. Korban kehilangan keseimbangan dan langsung terjatuh ke bawah jurang.
Rekan korban bernama Andri, 26, sempat berusaha memberikan pertolongan. Namun kondisi medan yang curam serta minimnya peralatan membuat upaya penyelamatan tidak bisa dilakukan sendiri.
“Informasi kejadian pertama kali disampaikan oleh rekan korban bernama Andri, sesama pencari kumbang asal Desa Margomulyo,” kata Budi.
Mendapat laporan tersebut, anggota Polsek Glenmore bersama warga langsung bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi.
Evakuasi Sulit di Tengah Hutan Gelap
Proses penyelamatan berlangsung penuh tantangan. Lokasi korban berada cukup jauh di tengah kawasan hutan dengan akses jalan terjal dan licin akibat kondisi malam hari.
Petugas dan warga harus berjalan kaki menembus area hutan dengan penerangan terbatas demi mencapai titik korban berada.
“Malam itu juga kami langsung menuju lokasi, medan yang cukup sulit dan jaraknya yang jauh menghambat proses penyelamatan korban,” jelasnya.
Selain gelap, kondisi jalur menuju lokasi juga dipenuhi semak dan tanah licin yang membuat proses evakuasi berjalan lambat.
“Medan menuju lokasi cukup sulit karena berada di area hutan dan jalannya licin. Tetapi anggota bersama masyarakat tetap berupaya melakukan evakuasi secepat mungkin,” tambah Kapolsek.
Korban Selamat, Hanya Luka Ringan
Setelah beberapa waktu melakukan pencarian dan evakuasi, Latif akhirnya berhasil diangkat dari lokasi jurang dalam keadaan selamat.
Petugas sempat berencana membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Namun setelah dilakukan pemeriksaan awal, korban hanya mengalami luka ringan dan masih mampu berkomunikasi dengan baik.
Korban akhirnya memilih untuk pulang ke rumah dibanding menjalani perawatan di rumah sakit.
“Korban kemudian meminta untuk diantar pulang ke rumahnya. Alhamdulillah korban dalam kondisi selamat,” pungkas Budi.
Kawasan Hutan Raung Dikenal Berisiko
Aktivitas mencari kumbang di kawasan kaki Gunung Raung memang cukup sering dilakukan warga sekitar, terutama saat malam hari. Selain untuk koleksi, beberapa jenis kumbang tertentu memiliki nilai jual yang cukup tinggi.
Namun aktivitas tersebut juga menyimpan risiko besar karena kondisi medan hutan yang ekstrem dan minim penerangan.
Aparat kepolisian mengimbau masyarakat yang beraktivitas di kawasan hutan agar lebih berhati-hati, terutama saat melintas di area jurang dan lereng curam pada malam hari.
Insiden yang dialami Latif menjadi pengingat bahwa kawasan hutan Gunung Raung tidak hanya menyimpan potensi ekonomi, tetapi juga ancaman keselamatan yang sewaktu-waktu bisa terjadi. (sas/aif)
Editor : Ali Sodiqin