RADARBANYUWANGI.ID – Cuaca buruk yang melanda perairan Selat Bali kembali memakan korban. Sebuah perahu nelayan bernama Merdeka terbalik setelah dihantam ombak besar di perairan Perpat, Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi, Rabu sore (13/5). Empat nelayan yang berada di atas perahu sempat terombang-ambing di tengah laut sebelum akhirnya berhasil diselamatkan nelayan lain.
Insiden kecelakaan laut tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 ketika ombak setinggi sekitar dua meter disertai angin kencang tiba-tiba menghantam perahu speed berukuran 3 gross tonnage (GT) milik Feri, 40, warga Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar.
Beruntung, seluruh awak kapal selamat meski sempat bertahan di tengah laut dalam kondisi panik. Sebagian korban bertahan di atas badan perahu yang terbalik, sementara lainnya berpegangan pada box ikan agar tidak tenggelam.
Komandan Pos AL Muncar Lettu Marjun Susanto mengatakan, sebelum kejadian empat nelayan itu berangkat melaut dari Muncar sekitar pukul 11.35 untuk mencari ikan di wilayah perairan Selat Bali.
Keempat nelayan tersebut masing-masing Feri selaku pemilik perahu, Agus Sutrisno, 29, sebagai nakhoda, serta dua anak buah kapal (ABK), yakni Lihin, 40, warga Kecamatan Genteng, dan Budiono, 40, asal Kabupaten Jember.
“Mereka berangkat mencari ikan di perairan Selat Bali menggunakan perahu speed 3 GT bernama Merdeka,” ujarnya kemarin (14/5).
Namun saat tiba di wilayah Perairan Perpat, kondisi cuaca mendadak berubah ekstrem. Ombak tinggi dan terpaan angin kencang membuat perahu kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terbalik di tengah laut.
“Cuaca buruk datang tiba-tiba. Ombak kurang lebih dua meter menghantam perahu hingga akhirnya terbalik,” kata Lettu Marjun.
Empat nelayan itu sempat terombang-ambing beberapa saat sebelum mendapat pertolongan dari kapal nelayan lain yang melintas di sekitar lokasi kejadian.
Dua kapal nelayan, yakni Kapal Awitan bernama Los dan kapal gardan milik Jojon, bergerak cepat melakukan penyelamatan. Seluruh korban akhirnya berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dan dibawa menuju Pelabuhan Muncar sekitar pukul 15.30.
“Mereka berhasil diselamatkan oleh nelayan lain dan langsung dibawa kembali ke Pelabuhan Muncar,” terangnya.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kecelakaan laut tersebut menyebabkan kerugian material. Mesin perahu dilaporkan mengalami kerusakan akibat terendam air laut. Selain itu, satu unit telepon seluler milik nakhoda Agus Sutrisno juga hilang saat proses penyelamatan berlangsung.
“Untuk saat ini masih dilakukan proses penarikan perahu yang terbalik di tengah laut,” imbuhnya.
Sementara itu, tokoh nelayan Muncar, Kasim, mengingatkan para nelayan agar meningkatkan kewaspadaan saat melaut. Menurut dia, cuaca buruk di kawasan Selat Bali mulai sering terjadi dalam beberapa pekan terakhir.
Ia menyebut gelombang tinggi diperkirakan masih akan terus berlangsung hingga beberapa bulan ke depan, terutama memasuki musim angin timur.
“Ombak memang mulai besar dan kemungkinan berlangsung sampai September mendatang,” ujarnya.
Kondisi cuaca ekstrem di perairan selatan Banyuwangi dan Selat Bali belakangan menjadi perhatian para nelayan. Selain ombak tinggi, angin kencang yang datang mendadak juga dinilai sangat berbahaya bagi perahu nelayan berukuran kecil.
Petugas mengimbau nelayan untuk selalu memperhatikan prakiraan cuaca sebelum melaut serta melengkapi alat keselamatan demi mengantisipasi kecelakaan laut serupa. (why/sgt)
Editor : Ali Sodiqin