RADARBANYUWANGI.ID – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pengendara di bawah umur kembali terjadi di Banyuwangi. Seorang bocah berinisial MD, 13, warga Kecamatan Srono, mengalami luka robek terbuka di paha kanan setelah sepeda motor yang dikendarainya bertabrakan dengan truk Mitsubishi di Jalan Raya Desa Kebaman, Kecamatan Srono, Senin sore (11/5).
Korban harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis akibat luka cukup serius yang dideritanya. Insiden tersebut juga kembali menjadi sorotan terkait maraknya anak di bawah umur yang mengendarai kendaraan bermotor di jalan raya.
Peristiwa kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 15.00. Saat itu, sepeda motor Honda Stylo tanpa pelat nomor yang dikendarai MD melaju dari arah timur. Pada waktu bersamaan, truk Mitsubishi bernopol B 9688 RZ yang dikemudikan HP, 52, warga Kecamatan Srono, melaju dari arah berlawanan.
Kanit Gakkum Satlantas Polresta Banyuwangi Tri Pepri Alfiyan mengatakan, benturan terjadi saat kedua kendaraan melintas di lokasi jalan menikung di wilayah Desa Kebaman.
“Karena jarak kendaraan sudah terlalu dekat dan tidak ada yang bisa menghindar, akhirnya terjadi tabrakan,” ujarnya.
Benturan keras menyebabkan pengendara motor terpental dan mengalami luka robek terbuka di bagian paha kanan. Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut langsung memberikan pertolongan sebelum korban dievakuasi menuju Rumah Sakit Rahayu Medika, Kecamatan Srono.
“Korban mengalami luka robek terbuka di paha kanan dan langsung dibawa ke rumah sakit untuk perawatan lebih lanjut,” terang Ipda Pepri.
Selain korban luka, kecelakaan tersebut juga menyebabkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp 2 juta. Petugas kepolisian yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengamankan kendaraan yang terlibat kecelakaan.
Polisi juga mengingatkan pentingnya pengawasan orang tua terhadap anak-anak yang belum cukup umur agar tidak mengendarai kendaraan bermotor di jalan raya. Sebab, selain belum memiliki surat izin mengemudi (SIM), pengendara di bawah umur dinilai belum memiliki kesiapan mental dan keterampilan berkendara yang memadai.
Kasus kecelakaan yang melibatkan anak di bawah umur di Banyuwangi dalam beberapa waktu terakhir menjadi perhatian aparat kepolisian. Jalur padat kendaraan dengan kondisi jalan menikung dan minim ruang antisipasi sering menjadi titik rawan kecelakaan, terutama bagi pengendara yang belum berpengalaman.
Hingga kemarin, petugas masih melakukan pendataan dan penyelidikan lebih lanjut terkait insiden tersebut. (why/sgt)
Editor : Ali Sodiqin