Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Polisi Buru Pelaku Pembuangan Bayi di Musala Glenmore, CCTV hingga Data Ibu Hamil Disisir

Ali Sodiqin • Selasa, 12 Mei 2026 | 23:40 WIB
BAKAL DIOTOPSI: Jajaran Unit Reskrim Polsek Glenmore saat di Unit Kamar Jenazah RSUD Blambangan, Selasa (12/5). (Munir for Radar Banyuwangi)
BAKAL DIOTOPSI: Jajaran Unit Reskrim Polsek Glenmore saat di Unit Kamar Jenazah RSUD Blambangan, Selasa (12/5). (Munir for Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID - Kasus penemuan jasad bayi laki-laki di toilet Musala Nurul Huda terus didalami aparat kepolisian. Setelah menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP), jajaran Unit Reskrim Polsek Glenmore kini bergerak memburu pelaku dengan menyisir rekaman CCTV, mencari data ibu hamil, hingga menelusuri absensi siswi sekolah di wilayah Kecamatan Glenmore.

Langkah itu dilakukan untuk mengungkap identitas pelaku yang diduga sengaja meninggalkan jasad bayi di toilet musala di Dusun Tegalrejo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, Senin pagi (12/5/2026).

Polisi menduga bayi tersebut masih berusia sekitar enam hingga tujuh bulan dalam kandungan saat ditemukan terbungkus kain kafan di dalam tas ransel hitam.

Polisi Sisir Rekaman CCTV di Sekitar TKP

Kapolsek Glenmore Budi Hermawan melalui Kanitreskrim Munir mengatakan, penyelidikan kini difokuskan pada pencarian petunjuk dari rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian.

Tim kepolisian bersama personel Resmob Banyuwangi mendatangi sejumlah rumah dan bangunan di sekitar musala untuk memeriksa keberadaan CCTV.

“Sudah ada beberapa CCTV yang diperiksa, sampai sekarang belum ada yang signifikan,” ujar Aiptu Munir.

Polisi berharap rekaman kamera pengawas dapat mengungkap siapa orang yang masuk ke area musala pada malam sebelum jasad bayi ditemukan.

Jasad Bayi Masih Dititipkan di RSUD Blambangan

Hingga Senin sore, jasad bayi tersebut masih berada di RSUD Blambangan untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.

Polisi berencana melakukan autopsi guna memastikan kondisi bayi, usia kandungan, hingga kemungkinan penyebab kematian.

Namun proses autopsi masih menunggu kedatangan petugas medis dari RS Bhayangkara Bondowoso.

“Akan dilakukan otopsi namun menunggu petugas dari RS Bhayangkara Bondowoso,” kata Munir.

Polisi Belum Bisa Pastikan Identitas Bayi

Munir mengaku pihaknya belum dapat memberikan keterangan detail terkait identitas maupun kondisi medis bayi sebelum hasil autopsi keluar.

Dari pemeriksaan awal, bayi tersebut memiliki panjang sekitar 23 sentimeter. Sementara perkiraan usia kandungan masih menunggu hasil pemeriksaan resmi.

“Panjangnya 23 centimeter. Untuk bobot dan perkiraan usia kandungannya belum pasti. Namun dari puskesmas diperkirakan enam sampai tujuh bulan,” ujarnya.

Temuan tersebut kini menjadi fokus penyelidikan polisi untuk memastikan apakah bayi lahir dalam kondisi hidup atau meninggal sebelum dibuang.

Polisi Cari Data Ibu Hamil hingga Riwayat Klinik

Tak hanya mengandalkan CCTV, polisi juga mulai menelusuri data ibu hamil dan riwayat pemeriksaan medis di sejumlah fasilitas kesehatan.

Tim penyidik disebut tengah mencari kemungkinan adanya perempuan yang baru melahirkan atau mengalami keguguran dalam waktu dekat.

“Kami cari data ibu hamil hingga data kunjungan ke klinik atau rumah sakit,” kata Munir.

Langkah tersebut dilakukan untuk mempersempit pencarian terhadap pelaku pembuangan bayi yang hingga kini masih misterius.

Sekolah di Glenmore Ikut Dimintai Data Siswi

Dalam penyelidikan kasus ini, polisi juga berkoordinasi dengan sejumlah sekolah di sekitar Kecamatan Glenmore.

Polisi meminta data absensi siswi perempuan yang belakangan diketahui tidak masuk sekolah dalam periode tertentu.

Menurut Munir, langkah itu dilakukan karena pelaku pembuangan bayi bisa saja masih berstatus pelajar.

“Segala kemungkinan bisa saja terjadi. Bisa saja masih berstatus pelajar, karena itu kami cari data absensi siswa,” terangnya.

Kasus Pembuangan Bayi Gegerkan Warga Glenmore

Kasus penemuan jasad bayi di area musala tersebut sebelumnya menggemparkan warga Dusun Tegalrejo.

Bayi laki-laki itu ditemukan terbungkus kain kafan lengkap dengan ikatan tali di dalam tas ransel hitam bergambar gajah.

Di dalam tas juga ditemukan surat berisi permintaan agar bayi dimakamkan secara layak serta amplop berisi uang Rp100 ribu.

Penemuan tersebut pertama kali diketahui oleh takmir musala yang awalnya mengira tas misterius di toilet itu merupakan paket bom.

Kini, polisi masih terus memburu pelaku sambil menunggu hasil autopsi yang diharapkan dapat menjadi petunjuk penting dalam pengungkapan kasus tersebut. (sas/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#jasad bayi Banyuwangi #bayi Glenmore #CCTV musala Glenmore #rsud blambangan #Polsek Glenmore