RADARBANYUWANGI.ID - Tim SAR gabungan menemukan dua warga negara asing (WNA) pendaki Gunung Dukono, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, dalam kondisi meninggal dunia setelah sebelumnya dilaporkan hilang akibat erupsi gunung tersebut.
Kedua korban ditemukan pada Minggu siang sekitar pukul 13.00 WIT di area sekitar lokasi pertama kali sinyal darurat terdeteksi oleh Basarnas Command Center. Proses pencarian dilakukan di tengah kondisi cuaca buruk dan tingginya risiko aktivitas vulkanik.
Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, mengatakan korban ditemukan di koordinat 1°42'9.90"N / 127°52'48.50"E atau sekitar 13 meter di arah utara dari titik awal sinyal darurat tertangkap.
Baca Juga: Tes CAT Manajer Kopdes Merah Putih Bermasalah, Kemenkop dan BKN Buka Suara soal Gangguan Sistem
“Kedua korban ditemukan pada pukul 13.00 WIT di koordinat 1°42'9.90"N / 127°52'48.50"E, sekitar 13 meter arah utara dari lokasi pertama kali sinyal darurat ditangkap oleh Basarnas Command Center,” ujarnya, Minggu (10/5/2026), dikutip Antara.
Ia menjelaskan, kedua korban ditemukan dalam satu titik dengan kondisi tubuh sudah tidak utuh akibat tertimpa batu besar saat erupsi terjadi.
“Korban ditemukan dalam posisi saling berpelukan dan terhimpit batu besar,” katanya.
Baca Juga: Tottenham Hotspur Dekati Zona Aman, Leeds United Bidik Kepastian Bertahan
Dua korban meninggal tersebut diketahui bernama Heng dan Sha, keduanya merupakan warga negara Singapura. Sementara satu korban lain yang sebelumnya dilaporkan terdampak erupsi diketahui merupakan warga negara Indonesia bernama Angel.
Usai ditemukan, tim SAR gabungan langsung melakukan proses evakuasi dari bibir Gunung Dukono menuju posko induk di Desa Mamuya. Evakuasi dilakukan menggunakan kantong jenazah dengan medan yang licin dan berbahaya akibat hujan yang terus mengguyur kawasan gunung.
“Kantong jenazah tiba di posko induk Desa Mamuya pada pukul 17.43 WIT, selanjutnya korban dibawa ke RSUD Tobelo untuk keperluan autopsi,” tutur Iwan.
Ia mengapresiasi seluruh personel gabungan yang tetap bekerja maksimal meski menghadapi ancaman erupsi dan kondisi lapangan yang berisiko tinggi.
“Walaupun kondisi cuaca hujan dan sangat berisiko di lapangan, tim SAR gabungan tetap bekerja tanpa mengenal lelah sehingga korban dapat ditemukan dan dievakuasi,” ujarnya.
Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR resmi ditutup dan seluruh personel yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing.
Iwan juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara, Pangdam XV/Pattimura, Danrem 152/Babullah, Polres Halmahera Utara, BPBD Halmahera Utara, serta para relawan yang telah memberikan dukungan selama operasi pencarian dan evakuasi berlangsung.
Editor : Lugas Rumpakaadi