RADARBANYUWANGI.ID – Kebakaran hebat melanda gudang penyimpanan kardus di lantai dua Toko Mahkota Jaya, Jalan Ikan Hiu, Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi, Sabtu (9/5). Kobaran api sempat mengancam bangunan di sekitar lokasi karena posisi gudang berada di kawasan permukiman padat penduduk.
Api diduga dipicu hubungan arus pendek listrik di area lantai dua bangunan. Tumpukan kardus yang mudah terbakar membuat api cepat membesar dan memunculkan kepulan asap tebal yang terlihat dari kejauhan.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.10. Warga yang mengetahui munculnya api langsung berupaya meminta bantuan dan melaporkan kejadian itu ke layanan darurat call center 112 Banyuwangi.
Tak lama setelah laporan diterima, petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat dan mencegah api merembet ke bangunan lain.
Kepala Damkarmat Banyuwangi Edy Supriyono mengatakan, api pertama kali muncul dari bagian kabel listrik di lantai dua bangunan yang digunakan sebagai gudang penyimpanan kardus.
Percikan api kemudian menyambar tumpukan kardus sehingga kobaran api cepat membesar dan membakar sejumlah material mudah terbakar lainnya di dalam gudang.
“Begitu menerima laporan, Regu Brama 3 langsung menuju lokasi kebakaran serta langsung melakukan pemadaman agar api tidak merembet ke bangunan lain di sekitar tempat kejadian,” ujarnya.
Dalam proses pemadaman, Damkarmat Banyuwangi mengerahkan tiga unit armada pemadam kebakaran, masing-masing mobil Hino, Ayaxx 03, dan Fire Dome 05.
Petugas langsung membuka akses pemadaman dari dua sisi bangunan dengan menggelar dua selang ukuran 1,5 inci. Strategi tersebut dilakukan untuk mempercepat penguasaan api sekaligus meminimalkan risiko perambatan kobaran ke area permukiman warga di sekitar lokasi.
Selain memadamkan api utama, petugas juga melakukan proses pendinginan dan overhaul dengan membongkar tumpukan kardus yang masih menyimpan bara api.
Langkah itu dinilai penting untuk memastikan tidak ada titik api tersembunyi yang dapat memicu kebakaran susulan atau penyalaan ulang setelah proses pemadaman selesai.
Berdasarkan hasil asesmen sementara, kebakaran kuat diduga dipicu korsleting listrik. Dugaan tersebut diperkuat oleh keterangan saksi bernama Tri, 56, yang melihat percikan listrik muncul di bagian atas lantai dua sebelum api membesar.
“Keterangan saksi melihat adanya percikan listrik di bagian atas lantai dua sebelum api muncul dan membesar,” terang Edy.
Proses penanganan kebakaran juga melibatkan sejumlah unsur gabungan mulai TNI, Polri, petugas PLN, hingga relawan Redkar yang membantu pengamanan lokasi dan proses evakuasi.
Setelah api berhasil dipadamkan dan kondisi dinyatakan aman, petugas menyelesaikan seluruh proses penanganan sekitar pukul 10.19.
Beruntung tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Namun sejumlah material di dalam gudang mengalami kerusakan akibat terbakar, di antaranya kardus, asbes, kayu, bambu, hingga tripleks.
“Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Namun sejumlah material seperti kardus, asbes, kayu, bambu, dan tripleks mengalami kerusakan akibat terbakar,” tutur Edy.
Akibat kejadian itu, kerugian materi ditaksir mencapai sekitar Rp 800 ribu. Petugas juga mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik, terutama di bangunan penyimpanan barang mudah terbakar guna mencegah kebakaran serupa kembali terjadi. (ray/sgt)
Editor : Ali Sodiqin