RADARBANYUWANGI.ID - PT Kereta Api Indonesia (KAI) terus melanjutkan proses pemulihan operasional perjalanan Commuter Line lintas Cikarang pascakejadian di Stasiun Bekasi Timur. Sejumlah langkah dilakukan, mulai dari pembatasan kecepatan kereta, pendampingan pelanggan, hingga layanan trauma healing bagi korban dan keluarga terdampak.
Hingga kini, KAI masih menerapkan pembatasan kecepatan perjalanan kereta api di sejumlah titik lintas Bekasi–Cikarang. Kecepatan kereta dibatasi pada kisaran 60–80 kilometer per jam guna mendukung proses pengecekan jalur dan pemulihan operasional.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan kebijakan tersebut dilakukan demi menjaga keselamatan perjalanan kereta api selama proses pemulihan berlangsung.
“Pembatasan kecepatan ini masih diperlukan agar proses pengecekan dan pemulihan operasional dapat berjalan dengan baik serta tetap menjaga aspek keselamatan perjalanan. Kami memahami kondisi ini berdampak kepada keterlambatan perjalanan kereta api, khususnya Commuter Line lintas Cikarang, dan kami menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan,” ujar Anne, dikutip Antara.
KAI mencatat performa operasional Commuter Line lintas Cikarang menunjukkan tren pemulihan dalam dua hari terakhir. Pada 7 Mei 2026, tingkat ketepatan waktu keberangkatan tercatat 87 persen dan kedatangan 81 persen. Rata-rata keterlambatan mencapai 2,2 menit untuk keberangkatan dan 3,3 menit untuk kedatangan.
Sementara pada 8 Mei 2026, ketepatan waktu kembali meningkat menjadi 88 persen untuk keberangkatan dan 85 persen untuk kedatangan. Adapun rata-rata keterlambatan turun menjadi 1,8 menit untuk keberangkatan dan 2,3 menit untuk kedatangan.
Anne menegaskan, KAI terus berkoordinasi dengan berbagai pihak agar proses pemulihan perjalanan kereta api dapat berlangsung lebih optimal.
“Secara paralel KAI terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak agar perjalanan kereta api semakin pulih dengan tetap mengutamakan keselamatan perjalanan,” tambahnya.
Selain fokus pada operasional perjalanan, KAI juga melanjutkan pendampingan terhadap pelanggan dan keluarga terdampak kejadian di Stasiun Bekasi Timur. Per Sabtu (9/5/2026) pukul 07.00 WIB, sebanyak 96 pelanggan telah diperbolehkan pulang dan menjalani pemulihan bersama keluarga.
Di sisi lain, masih terdapat 12 pelanggan yang menjalani perawatan lanjutan di sejumlah rumah sakit dengan kondisi yang terus dipantau secara berkala.
“Kami terus menjaga komunikasi dengan rumah sakit, keluarga, dan pihak terkait agar setiap proses pendampingan berjalan lancar. Pelanggan yang masih dirawat terus kami pantau, sementara pelanggan yang telah kembali ke rumah juga tetap mendapatkan pendampingan sesuai kebutuhan,” jelas Anne.
KAI juga membuka layanan klaim atau reimbursement bagi pelanggan yang menjalani pengobatan mandiri. Pelanggan diminta melengkapi dokumen berupa bukti perjalanan, identitas diri, kuitansi dan rincian biaya pengobatan, resume medis, serta salinan rekening. Setelah dokumen dinyatakan lengkap, proses klaim akan dikoordinasikan bersama pihak asuransi dengan estimasi penyelesaian maksimal 21 hari kerja.
Tak hanya itu, dukungan psikologis melalui layanan trauma healing masih tersedia bagi pelanggan maupun keluarga yang membutuhkan. Layanan dapat diakses melalui Posko Informasi Stasiun Bekasi Timur maupun call center 0812-9660-5747. Pendampingan diberikan bertahap, mulai dari telemedicine hingga tatap muka sesuai kebutuhan pelanggan.
Dalam proses penanganan pascakejadian, KAI juga terus mengamankan barang-barang pelanggan yang tertinggal. Hingga 9 Mei 2026 pukul 05.00 WIB, tercatat sebanyak 121 barang telah ditemukan. Dari jumlah tersebut, 80 barang telah diserahkan kepada pemilik, sedangkan 41 barang lainnya masih dalam proses verifikasi di layanan Lost and Found Stasiun Bekasi Timur.
“Kami memahami setiap barang yang tertinggal memiliki arti penting bagi pelanggan maupun keluarga. Karena itu, proses pendataan dan penyerahan dilakukan secara teliti agar barang dapat diterima oleh pemilik yang berhak,” terang Anne.
KAI memastikan Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur tetap beroperasi hingga 11 Mei 2026 untuk melayani kebutuhan informasi, administrasi, layanan lanjutan, hingga dukungan psikologis bagi pelanggan dan keluarga terdampak.
Baca Juga: Festival Rujak Uleg Surabaya 2026 Makin Meriah, Ada Fireworks hingga Parade Kostum Rujak Phoria
“KAI akan terus mendampingi pelanggan dan keluarga selama proses pemulihan berlangsung sambil memastikan operasional perjalanan kereta api terus bergerak ke arah yang semakin baik dan aman,” pungkas Anne.
Editor : Lugas Rumpakaadi