RADARBANYUWANGI.ID – Situasi darurat akibat erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, masih terus berlangsung. Tim SAR gabungan kini masih berpacu dengan waktu untuk mencari tiga pendaki yang dilaporkan belum ditemukan pascaerupsi gunung api aktif tersebut.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB mengungkapkan jumlah pendaki yang masih dalam pencarian bertambah menjadi tiga orang.
Ketiganya terdiri atas dua warga negara asing (WNA) dan satu warga negara Indonesia (WNI).
“Sebanyak tiga pendaki masih dalam pencarian,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Dua WNA dan Satu WNI Masih Dicari
BNPB menyebut tiga pendaki yang belum ditemukan masing-masing berinisial:
-
H.W.Q.T. (L), WNA usia 30 tahun
-
S.M.B.A.H. (L), WNA usia 27 tahun
-
E (P), WNI
Hingga kini, tim gabungan masih melakukan penyisiran di sejumlah titik jalur pendakian dengan mempertimbangkan kondisi aktivitas vulkanik Gunung Dukono yang masih fluktuatif.
Kondisi tersebut membuat proses evakuasi dan pencarian menjadi sangat berisiko karena erupsi dapat terjadi sewaktu-waktu.
15 Pendaki Berhasil Ditemukan Selamat
Di tengah operasi pencarian yang menegangkan, kabar baik datang dari 15 pendaki lain yang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat.
Korban selamat terdiri dari WNA asal Singapura dan sejumlah pendaki WNI.
WNA Singapura yang berhasil dievakuasi antara lain:
-
T.Y.M.E. (L) usia 30 tahun
-
O.S.S. (P) usia 37 tahun
-
P.L. (P) usia 33 tahun
-
L.H.E.I. (P) usia 31 tahun
-
T.J.Y.G. (P) usia 30 tahun
-
L.Y.X.V. (P) usia 30 tahun
-
L.S.D. (L) usia 29 tahun
Sementara pendaki WNI yang ditemukan selamat yakni:
-
B.B. (L) usia 24 tahun
-
Y. (L) usia 23 tahun
-
S. (L) usia 26 tahun
-
A. (L) usia 22 tahun
-
H. (L) usia 26 tahun
-
F.N. (P) usia 27 tahun
-
R.I. (P) usia 29 tahun
-
S.J. (L) usia 48 tahun
Seluruh korban selamat telah mendapatkan penanganan medis dan pendataan lebih lanjut oleh petugas.
Korban Selamat Bantu Tim SAR
Dalam proses pencarian, dua korban selamat bernama RS dan JA turut membantu tim SAR gabungan.
Keduanya memberikan informasi penting terkait jalur pendakian dan titik terakhir keberadaan para korban sebelum situasi darurat terjadi akibat erupsi gunung api.
Informasi tersebut dinilai sangat membantu proses penyisiran di lapangan yang terkendala kondisi cuaca dan aktivitas vulkanik.
“Korban selamat membantu memberikan informasi jalur dan titik terakhir sebelum erupsi,” ujar Abdul Muhari.
Aktivitas Gunung Dukono Masih Fluktuatif
Hingga saat ini, aktivitas Gunung Dukono masih terpantau fluktuatif.
Tim di lapangan harus terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik sebelum melakukan penyisiran lanjutan demi keselamatan personel SAR.
Gunung Dukono dikenal sebagai salah satu gunung api paling aktif di Indonesia dengan karakter erupsi yang relatif sering terjadi.
Abu vulkanik dan lontaran material dari kawah menjadi ancaman utama bagi pendaki maupun tim penyelamat yang berada di sekitar area gunung.
Operasi Gabungan Terus Diperkuat
Operasi penanganan darurat melibatkan berbagai unsur gabungan, mulai dari:
-
BPBD
-
Basarnas
-
TNI
-
Polri
-
Pos Pengamatan Gunung Api Dukono
-
Tim medis
-
Relawan setempat
Tim gabungan terus berupaya mempercepat proses pencarian dengan tetap mengutamakan keselamatan personel di lapangan.
BNPB juga mengimbau masyarakat dan pendaki untuk tidak mendekati area rawan erupsi selama aktivitas vulkanik masih tinggi.
Gunung Dukono Jadi Salah Satu Gunung Api Paling Aktif
Gunung Dukono merupakan salah satu gunung api aktif di Indonesia yang berada di Pulau Halmahera, Maluku Utara.
Gunung ini dikenal memiliki aktivitas erupsi hampir sepanjang tahun dengan kolom abu vulkanik yang kerap mencapai ribuan meter dari puncak kawah.
Karena itu, kawasan sekitar gunung sering masuk dalam zona rawan bencana yang harus diwaspadai masyarakat maupun wisatawan pendaki. (*)
Editor : Ali Sodiqin