RADARBANYUWANGI.ID - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menggelar tahlilan dan doa bersama di Stasiun Bekasi Timur, Senin (4/5/2026). Kegiatan ini menjadi bentuk penghormatan bagi para korban meninggal sekaligus dukungan moral bagi pelanggan serta keluarga yang terdampak.
Acara yang dihadiri jajaran direksi, komisaris, dan keluarga besar KAI itu berlangsung khidmat. Pembacaan Yasin dan tahlil, ceramah keagamaan, hingga peletakan bunga menjadi rangkaian utama dalam kegiatan tersebut.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menegaskan bahwa doa bersama ini merupakan bentuk empati perusahaan kepada seluruh korban.
“Kita mendoakan saudara-saudara kita yang telah mendahului agar diterima amal ibadahnya, diampuni segala dosa-dosanya, dan ditempatkan di sisi terbaik. Bagi yang masih dalam perawatan, kita berharap segera diberikan kesembuhan dan dapat kembali beraktivitas seperti sediakala,” ujarnya, dikutip Antara.
Menurutnya, momentum kebersamaan ini juga menjadi penguat bagi keluarga korban dan pelanggan yang tengah menjalani masa pemulihan. Kehadiran manajemen KAI secara langsung dinilai penting untuk memastikan dukungan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga emosional.
“Kehilangan ini menjadi duka bersama. KAI akan terus hadir mendampingi, memastikan pelanggan yang masih dirawat mendapatkan penanganan yang dibutuhkan hingga pulih,” tambah Bobby.
Dalam kegiatan tersebut, komisaris dan direksi turut melakukan peletakan bunga sebagai simbol penghormatan dan belasungkawa. Suasana haru menyelimuti prosesi tersebut, terlebih dengan kehadiran keluarga korban dan masyarakat yang ikut mendoakan.
Dukungan publik terus mengalir, baik melalui doa maupun kehadiran langsung di lokasi. Hal ini menjadi energi tambahan bagi para korban yang masih menjalani perawatan serta keluarga yang terdampak.
KAI memastikan proses pendampingan dilakukan secara menyeluruh. Perusahaan menyediakan layanan medis lanjutan, dukungan psikologis, hingga koordinasi kebutuhan pelanggan dan keluarga di setiap tahap pemulihan.
Editor : Lugas Rumpakaadi