Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Sigap! Polisi Gagalkan Aksi Bunuh Diri Perempuan 25 Tahun di Banyuwangi, Diselamatkan dari Jembatan Dini Hari

Salis Ali Muhyidin • Minggu, 3 Mei 2026 | 21:00 WIB
PERAWATAN MEDIS: Anggota Polsek Siliragung mengecek kondisi perempuan berinisial UDA, 25, yang berusaha melompat dari jembatan. (Dok. Polsek Siliragung)
PERAWATAN MEDIS: Anggota Polsek Siliragung mengecek kondisi perempuan berinisial UDA, 25, yang berusaha melompat dari jembatan. (Dok. Polsek Siliragung)

RADARBANYUWANGI.ID - Aksi cepat aparat kepolisian berhasil menyelamatkan nyawa seorang perempuan muda di Kabupaten Banyuwangi. Perempuan berinisial UDA (25), warga Kecamatan Siliragung, nyaris mengakhiri hidupnya dengan melompat dari jembatan ke sungai pada Kamis (30/4) dini hari.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental di tengah tekanan hidup yang kian kompleks.


Laporan Masuk Lewat Layanan Polisi 110

Kapolsek Siliragung, Heru Slamet Hariyanto, menjelaskan bahwa insiden tersebut pertama kali diketahui dari laporan masyarakat melalui layanan darurat 110.

“Laporan insiden itu bermula dari informasi layanan Polisi 110 sekitar pukul 03.00,” ujarnya.

Pelapor menyebutkan adanya seorang perempuan yang berada di atas jembatan dan diduga hendak melompat ke sungai.


Polisi dan Warga Bergerak Cepat

Mendapat laporan tersebut, petugas piket dari Polsek Siliragung langsung bergerak menuju lokasi kejadian.

Dua anggota yang bertugas, yakni Aiptu Iskandar dan Brigadir Bhara, segera melakukan penanganan di tempat kejadian perkara (TKP).

Setibanya di lokasi, petugas bersama warga sekitar langsung melakukan upaya penyelamatan. Proses evakuasi berlangsung dramatis, namun akhirnya korban berhasil diamankan sebelum melompat.


Korban Dievakuasi ke Puskesmas

Setelah berhasil diselamatkan, korban langsung dibawa ke Puskesmas Pesanggaran untuk mendapatkan penanganan medis.

Petugas memastikan kondisi fisik korban dalam keadaan aman sebelum dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait kondisi psikologisnya.


Dipicu Tekanan Psikologis

Berdasarkan keterangan awal, aksi nekat tersebut diduga dipicu oleh tekanan mental akibat persoalan keluarga.

Setelah mendapatkan perawatan, korban juga memperoleh pendampingan psikologis dari petugas sebagai langkah pencegahan agar tidak mengulangi tindakan serupa.

“Anggota memberikan sosialisasi serta edukasi agar korban tidak mengulangi perbuatannya,” kata Kapolsek.


Kondisi Korban Sudah Stabil

Kapolsek Heru memastikan bahwa kondisi korban saat ini sudah stabil. Setelah mendapat perawatan dan pendampingan, korban telah diantarkan kembali ke rumah keluarganya.

“Situasi di lokasi juga terpantau aman, tertib, dan terkendali,” ujarnya.


Pentingnya Kesadaran Kesehatan Mental

Kasus ini menambah daftar peristiwa yang menyoroti pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental di masyarakat.

Tekanan psikologis yang tidak tertangani dapat berujung pada tindakan ekstrem. Oleh karena itu, dukungan keluarga, lingkungan, serta akses terhadap layanan konseling menjadi faktor penting dalam pencegahan.


Peran Masyarakat dan Respons Cepat Jadi Kunci

Keberhasilan penyelamatan ini tidak lepas dari peran aktif masyarakat yang sigap melaporkan kejadian, serta respons cepat aparat kepolisian.

Sinergi tersebut menjadi kunci dalam mencegah jatuhnya korban jiwa.


Harapan ke Depan

Peristiwa ini diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran bersama tentang pentingnya kesehatan mental, sekaligus memperkuat sistem deteksi dini di lingkungan masyarakat.

Jika Anda atau orang di sekitar mengalami tekanan berat, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional atau berbicara dengan orang terdekat. Dukungan kecil bisa menjadi penyelamat besar. (sas/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#Polsek Siliragung #polisi selamatkan warga #percobaan bunuh diri Banyuwangi #kesehatan mental #depresi