Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

KAI Daop 8 Surabaya Uji Perdana Biodiesel B50, Lokomotif Tetap Optimal dan Ramah Lingkungan

Lugas Rumpakaadi • Sabtu, 2 Mei 2026 | 10:19 WIB
KAI Daop 8 Surabaya uji coba Biodiesel B50 pada lokomotif CC206. (KAI)
KAI Daop 8 Surabaya uji coba Biodiesel B50 pada lokomotif CC206. (KAI)

RADARBANYUWANGI.ID - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya resmi melaksanakan uji coba perdana penggunaan bahan bakar Biodiesel B50 pada lokomotif kereta api. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung program energi bersih dan keberlanjutan nasional.

Uji coba dilakukan pada lokomotif CC 206 15 12, dimulai dari proses pencampuran bahan bakar pada 29 April 2026. Tahapan berikutnya meliputi pengecekan kondisi sarana hingga pengujian statis di Depo Lokomotif Sidotopo.

Pengujian kemudian berlanjut secara dinamis melalui perjalanan Kereta Api Sembrani relasi Surabaya Pasar Turi–Gambir pada 30 April 2026, serta perjalanan kembali Gambir–Surabaya Pasar Turi pada 1 Mei 2026. Hasil awal menunjukkan performa lokomotif tetap stabil.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menegaskan bahwa uji coba ini menjadi langkah awal memastikan keamanan dan keandalan bahan bakar baru tersebut.

“Melalui serangkaian uji coba tahap awal ini kami ingin memastikan bahwa penggunaan Biodiesel B50 aman dan andal untuk operasional kereta api,” ujarnya, Sabtu (2/5/2026).

Ia menambahkan, penggunaan B50 juga menjadi kontribusi nyata perusahaan dalam menekan emisi karbon serta mendukung transportasi ramah lingkungan.

Uji coba ini direncanakan berlangsung selama enam bulan. Selama periode tersebut, tim teknis akan melakukan pemantauan intensif terhadap performa dan ketahanan mesin lokomotif. Evaluasi menyeluruh menjadi syarat sebelum implementasi secara luas.

Sebelumnya, KAI telah menggunakan bahan bakar B40 secara penuh sejak Februari 2025, setelah melalui uji coba sejak Juli 2024. Hasilnya, performa mesin tetap optimal sehingga perusahaan optimistis transisi ke B50 dapat berjalan mulus.

Program ini juga merupakan bagian dari inisiatif nasional yang didorong oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dalam memperkuat ketahanan energi berbasis sumber daya terbarukan.

“Kami berharap kegiatan uji coba ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat optimal, tidak hanya untuk pengembangan teknologi perkeretaapian, tetapi juga mendukung transisi energi menuju sistem transportasi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan,” pungkas Mahendro.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#KAI Biodiesel B50 #Uji coba lokomotif Indonesia #Energi bersih transportasi #Kereta api ramah lingkungan #Transisi energi nasional