Evaluasi Menyeluruh Sistem Perkeretaapian Mendesak Usai Kecelakaan Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Kamis, 30 April 2026 | 11:03 WIB
DPRD DKI Jakarta mendesak evaluasi menyeluruh sistem perkeretaapian usai kecelakaan Argo Bromo dan KRL di Bekasi Timur. (Antara)
DPRD DKI Jakarta mendesak evaluasi menyeluruh sistem perkeretaapian usai kecelakaan Argo Bromo dan KRL di Bekasi Timur. (Antara)

RADARBANYUWANGI.ID - Anggota DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, mendesak dilakukannya evaluasi menyeluruh terhadap sistem operasional perkeretaapian menyusul kecelakaan antara Kereta Api Argo Bromo dan KRL Commuter Line di kawasan Stasiun Bekasi Timur.

Menurut Kenneth, evaluasi tidak boleh berhenti pada penanganan pascakejadian semata. Ia menilai perlu ada pembenahan dari hulu hingga hilir, termasuk pengendalian perjalanan kereta dan pengawasan lintasan.

“Tidak cukup hanya mengandalkan penanganan pascakejadian. Harus ada evaluasi menyeluruh dari hulu ke hilir, termasuk sistem pengendalian perjalanan kereta dan pengawasan lintasan,” kata Kenneth, Rabu (29/4/2026), dikutip Antara.

Peristiwa nahas tersebut, lanjutnya, tidak hanya menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban, tetapi juga mengguncang rasa aman masyarakat, khususnya pengguna transportasi kereta api.

Kenneth menegaskan pentingnya investigasi yang dilakukan secara transparan dan komprehensif guna mengungkap akar persoalan. Hal ini dinilai krusial agar langkah pencegahan ke depan dapat dirumuskan secara tepat.

“Keselamatan pengguna jasa kereta api harus menjadi prioritas utama. Ini mencakup pembaruan teknologi persinyalan, peningkatan kualitas infrastruktur, serta penguatan sistem pengawasan operasional,” ujarnya.

Ia juga menyoroti perlunya peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan berkelanjutan bagi petugas di lapangan. Selain itu, penerapan teknologi otomatis dinilai menjadi salah satu solusi untuk meminimalkan risiko kecelakaan.

Dalam aspek regulasi, Kenneth mengingatkan agar standar operasional prosedur (SOP) keselamatan dijalankan tanpa kompromi.

“Setiap potensi kelalaian harus bisa diantisipasi dengan sistem yang kuat dan disiplin tinggi dari seluruh pihak,” tegasnya.

Di sisi lain, Kenneth mengapresiasi kerja cepat tim SAR, tenaga medis, serta seluruh pihak yang terlibat dalam proses evakuasi dan penanganan korban.

Ke depan, ia berharap adanya sinergi yang lebih kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta operator kereta api guna memastikan keselamatan penumpang secara menyeluruh.

Sebagai penutup, Kenneth menyampaikan belasungkawa atas tragedi yang merenggut 16 korban jiwa serta mendoakan korban luka agar segera pulih dan kembali beraktivitas seperti sediakala.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
kecelakaan kereta Bekasi Timur investigasi kecelakaan kereta keselamatan transportasi publik evaluasi sistem perkeretaapian DPRD DKI Jakarta