Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

KAI Sampaikan Duka dan Permohonan Maaf, Investigasi Kecelakaan KRL dan Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur Masih Berlangsung

Lugas Rumpakaadi • Kamis, 30 April 2026 | 10:57 WIB
KAI menyampaikan duka dan permohonan maaf atas kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur. (Antara)
KAI menyampaikan duka dan permohonan maaf atas kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur. (Antara)

RADARBANYUWANGI.ID - Duka mendalam masih menyelimuti keluarga korban kecelakaan antara Kereta Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di wilayah Stasiun Bekasi Timur. PT Kereta Api Indonesia (KAI) memastikan hadir langsung di tengah keluarga korban sebagai bentuk empati sekaligus tanggung jawab perusahaan.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, bersama Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan Direktur Jenderal Perkeretaapian Allan Tandiono, melakukan takziah ke sejumlah rumah duka pada Rabu (29/4/2026).

Kunjungan diawali di kediaman almarhumah Nurlaela di Cikarang Timur. Rombongan kemudian melanjutkan takziah ke dua rumah duka lainnya di Tambun, yakni keluarga almarhumah Arinjani Novita Sari dan almarhumah Nur Ainia Eka Rahmadhyna. Pada kesempatan tersebut, jajaran KAI menyampaikan belasungkawa secara langsung sekaligus memberikan santunan kepada keluarga korban.

“Kami menyampaikan duka mendalam dan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh keluarga korban atas kejadian ini. Kami hadir untuk menyampaikan langsung rasa belasungkawa serta memastikan keluarga mendapatkan pendampingan,” ujar Bobby, dikutip Antara.

Secara paralel, jajaran direksi KAI juga telah mengunjungi rumah duka korban di berbagai lokasi. Langkah ini disebut sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap keluarga yang ditinggalkan.

Di sisi lain, proses investigasi masih berjalan. KAI menegaskan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan operasional. “Proses investigasi masih berlangsung bersama pihak terkait. Hasilnya akan menjadi dasar evaluasi agar keselamatan perjalanan kereta api semakin terjaga,” imbuh Bobby.

Harapan serupa juga disampaikan pihak keluarga korban. Hary Marwata, ayah dari almarhumah Nur Ainia Eka Rahmadhyna, berharap penyebab kecelakaan segera terungkap. “Setiap hari anak saya menggunakan KRL dari Tambun ke Palmerah untuk bekerja. Kami berharap proses investigasi berjalan lancar dan penyebab kejadian ini dapat segera diketahui,” tuturnya.

Berdasarkan data sementara, korban meninggal dunia tercatat 16 orang. Sebanyak 45 korban masih menjalani perawatan, sementara 45 lainnya telah diperbolehkan pulang. Seluruh korban telah ditangani di sejumlah rumah sakit rujukan di wilayah Bekasi dan sekitarnya.

Sebagai bentuk tanggung jawab, KAI Group memberikan santunan sebesar Rp35 juta bagi korban meninggal dunia dan Rp15 juta bagi korban luka. Selain itu, barang-barang milik korban yang ditemukan akan dikembalikan melalui posko yang telah disiapkan.

KAI juga membuka posko informasi di Stasiun Bekasi Timur dan Stasiun Gambir guna membantu keluarga korban serta pelanggan terdampak. Sementara itu, jalur kereta di wilayah Bekasi Timur telah melalui proses evakuasi dan pembersihan.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, memastikan operasional telah kembali berjalan secara bertahap. “Seluruh tahapan telah melalui pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan keamanan perjalanan kereta api,” jelasnya.

Mulai pukul 14.00 WIB, Stasiun Bekasi Timur kembali melayani penumpang. Perjalanan KRL lintas Bekasi–Cikarang pun berangsur normal dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan.

KAI memastikan akan terus memberikan informasi perkembangan penanganan secara berkala. “Perusahaan juga menyampaikan terima kasih atas kesabaran dan pengertian keluarga korban serta para pelanggan selama proses penanganan dan pemulihan berlangsung,” pungkas Anne.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Commuter Line Bekasi #KAI Bekasi Timur #investigasi kecelakaan kereta #kecelakaan kereta 2026 #argo bromo anggrek