RADARBANYUWANGI.ID - Penyelidikan kasus kecelakaan antara kereta rel listrik (KRL) Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur terus bergulir. Aparat dari Polda Metro Jaya kini memeriksa sejumlah pihak, termasuk pengemudi taksi online hingga petugas internal PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyatakan, pemeriksaan terhadap sopir taksi online berinisial RRP telah dilakukan sejak Selasa (28/4/2026) dan berlanjut pada Rabu (29/4/2026 di Polres Metro Bekasi Kota.
“Untuk driver taksi online inisial RRP sudah diminta keterangan kemarin Selasa (28/4/2026) dan hari ini Rabu di Polres Metro Bekasi Kota,” ujar Budi.
Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari upaya polisi mengurai kronologi kecelakaan yang terjadi pada Senin (27/4/2026) malam di Bekasi Timur. Penyidik berupaya mengumpulkan keterangan dari berbagai saksi yang berada di lokasi kejadian.
Tak hanya itu, polisi juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap sejumlah petugas perkeretaapian. Mulai dari masinis, petugas stasiun, hingga Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska).
“Untuk agenda pemeriksaan petugas, baik masinis, petugas stasiun, maupun Polsuska dari PT KAI akan dilaksanakan besok di kantor PT KAI,” kata Budi.
Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan apakah seluruh prosedur operasional dan standar keselamatan telah dijalankan dengan benar.
Menurut Budi, pemeriksaan terhadap petugas KAI menjadi kunci untuk mengungkap kemungkinan adanya kelalaian atau gangguan teknis.
Polisi saat ini masih menganalisis sejumlah barang bukti dan keterangan saksi. Sejumlah kemungkinan penyebab pun tengah didalami, mulai dari human error hingga faktor teknis lainnya.
Di tengah proses penyelidikan, jumlah korban jiwa dalam insiden tersebut kembali bertambah. Hingga Rabu siang, korban meninggal dunia tercatat mencapai 16 orang.
“Informasi kami terima hari ini pukul 11.00 di RSUD Kota Bekasi, seorang perempuan inisial MC usia 25 tahun meninggal dunia,” ungkap Budi.
Secara keseluruhan, total korban dalam kecelakaan ini mencapai 106 orang. Sebanyak 90 orang mengalami luka-luka, sementara 16 orang dinyatakan meninggal dunia.
Editor : Lugas Rumpakaadi