RADARBANYUWANGI.ID - PT Kereta Api Indonesia (KAI) memastikan operasional KRL lintas Bekasi–Cikarang kembali normal setelah Stasiun Stasiun Bekasi Timur dibuka kembali menyusul proses pemulihan pascainsiden tabrakan kereta pada Senin (27/4/2026) malam.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa pengoperasian kembali lintasan tersebut dilakukan setelah serangkaian uji coba operasional berjalan lancar.
“Setelah berbagai tahapan uji coba tersebut, perjalanan KRL pada lintas Bekasi–Cikarang telah kembali beroperasi mulai pukul 14.00 WIB,” ujar Anne dalam keterangan resmi, Rabu (29/4/2026), dikutip Antara.
Menurut dia, proses pemulihan dilakukan secara bertahap dan terukur dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian. KAI menegaskan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan penanganan.
“KAI berkomitmen untuk selalu mengutamakan keselamatan dalam setiap operasional. Pembukaan kembali layanan di Stasiun Bekasi Timur dilakukan setelah dipastikan seluruh aspek keselamatan terpenuhi,” tegasnya.
KAI memastikan seluruh fasilitas dan jalur telah melalui pemeriksaan menyeluruh guna menjamin keamanan perjalanan kereta api serta kenyamanan penumpang. Dengan normalnya kembali layanan ini, mobilitas masyarakat di wilayah Bekasi, Cikarang, dan sekitarnya diharapkan kembali lancar.
Perusahaan pelat merah tersebut juga menyampaikan apresiasi kepada para pengguna jasa atas kesabaran dan pengertian selama proses pemulihan berlangsung.
Sebelumnya, insiden tabrakan antara kereta Commuter Line dan kereta jarak jauh terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam. Peristiwa itu mengakibatkan 107 korban, terdiri dari 16 orang meninggal dunia dan 91 lainnya mengalami luka-luka.
Dari jumlah korban luka, sebanyak 43 orang telah diperbolehkan pulang, sementara sisanya masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit. KAI memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis optimal untuk mempercepat proses pemulihan.
Selain itu, KAI juga menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. Perusahaan berkomitmen menjaga komunikasi secara transparan terkait penanganan korban serta memastikan seluruh biaya pengobatan hingga pemakaman korban meninggal ditanggung penuh.
Editor : Lugas Rumpakaadi