Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Korlantas Gunakan TAA LiDAR dan 3D 4K, Olah TKP Kecelakaan Kereta Bekasi Timur Makin Presisi

Lugas Rumpakaadi • Kamis, 30 April 2026 | 08:51 WIB
Korlantas Polri mengerahkan teknologi TAA berbasis LiDAR dan visual 3D 4K untuk mengungkap kecelakaan kereta di Bekasi Timur. (JawaPos.com)
Korlantas Polri mengerahkan teknologi TAA berbasis LiDAR dan visual 3D 4K untuk mengungkap kecelakaan kereta di Bekasi Timur. (JawaPos.com)

RADARBANYUWANGI.ID - Korlantas Polri mengerahkan teknologi mutakhir dalam mengungkap kecelakaan kereta yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur. Dua perangkat traffic accident analysis (TAA) diterjunkan guna merekonstruksi peristiwa secara komprehensif.

Kasi Pullahjianta Subdit Laka Ditgakkum Korlantas Polri, Komisaris Polisi Sandhi Wiedyanoe menjelaskan, perangkat yang digunakan terdiri atas teknologi statis dan portable.

“Yang teknologi statis dengan kamera LiDAR serta kamera 360 derajat mampu mendeteksi lingkungan secara menyeluruh, dan teknologi portable mampu melihat melalui pola helicopter view sehingga dapat divisualisasikan dalam bentuk tiga dimensi dengan kualitas 4K,” ujarnya, Rabu (29/4/2026), dikutip Antara.

Sandhi menegaskan, hasil rekaman dari kedua perangkat tersebut tidak sekadar dokumentasi, melainkan akan menjadi alat bukti elektronik dalam proses hukum.

“Jadi, sebagai alat bukti yang sah yang digunakan selama proses penyidikan, penuntutan, dan persidangan,” tegasnya.

Rekonstruksi berbasis teknologi ini diharapkan mampu memberikan gambaran utuh kronologi kecelakaan, termasuk posisi kendaraan, sudut benturan, hingga kondisi lingkungan saat kejadian.

Selain fokus pada investigasi teknis, Korlantas juga menyoroti keterlibatan kendaraan lain dalam insiden tersebut. Salah satunya taksi berwarna hijau yang disebut kerap muncul dalam sejumlah kasus kecelakaan.

“Kami akan berkoordinasi untuk mengevaluasi banyaknya kejadian yang melibatkan taksi hijau. Evaluasi akan dilakukan terhadap perusahaan tersebut,” kata Sandhi.

Insiden tragis ini melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line yang bertabrakan pada Senin (27/4/2026) malam.

Data dari PT KAI mencatat, hingga Selasa (28/4/2026), jumlah korban meninggal dunia mencapai 15 orang, sementara 88 lainnya mengalami luka-luka.

Seluruh korban meninggal telah dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi. Adapun korban luka kini menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.

Pemanfaatan TAA berbasis LiDAR dan visualisasi 3D menjadi langkah strategis dalam meningkatkan akurasi penyidikan kecelakaan transportasi. Korlantas berharap, pendekatan ini tidak hanya mengungkap fakta hukum, tetapi juga menjadi dasar evaluasi sistem keselamatan ke depan.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#kecelakaan kereta Bekasi Timur #KA Argo Bromo Anggrek #Korlantas Polri TAA #teknologi LiDAR kecelakaan #investigasi kecelakaan transportasi