Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Polda Metro Jaya Fokus Dugaan Human Error dalam Kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, 16 Tewas dan 106 Korban Tercatat

Lugas Rumpakaadi • Kamis, 30 April 2026 | 08:47 WIB
Polda Metro Jaya menyelidiki kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur. (JawaPos.com)
Polda Metro Jaya menyelidiki kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur. (JawaPos.com)

RADARBANYUWANGI.ID - Penyelidikan kecelakaan beruntun yang melibatkan KRL dan kereta api jarak jauh KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur terus bergulir. Polda Metro Jaya mengarahkan fokus pada dugaan kelalaian manusia (human error) sebagai salah satu faktor utama penyebab insiden maut tersebut.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, menegaskan bahwa penyidik saat ini masih mendalami berbagai kemungkinan. Selain human error, aspek gangguan sistem komunikasi perkeretaapian juga menjadi perhatian.

“Penyelidikan kami fokus pada dua hal utama, yakni kemungkinan kelalaian manusia dan kendala sistem. Semua masih dalam proses pendalaman,” kata Budi, dikutip Antara.

Menurut dia, pemeriksaan akan menyasar sejumlah pihak kunci. Di antaranya sopir taksi online yang diduga menjadi pemicu awal kejadian, serta masinis dari kedua rangkaian kereta yang terlibat, termasuk KA Argo Bromo Anggrek.

Peristiwa nahas itu bermula dari sebuah kendaraan taksi online yang mengalami gangguan dan berhenti di perlintasan sebidang Jalan Ampera. Posisi kendaraan yang tak segera dievakuasi membuat KRL terpaksa berhenti di jalur rel.

Situasi memburuk dalam hitungan menit. KRL yang berhenti mendadak itu kemudian ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek relasi Surabaya Pasar Turi. Benturan keras menyebabkan kerusakan parah pada rangkaian kereta.

Data sementara menunjukkan total korban mencapai 106 orang. Rinciannya, 90 orang mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, 46 orang masih menjalani perawatan, sementara 44 lainnya telah diperbolehkan pulang. Korban meninggal dunia tercatat sebanyak 16 orang.

“Penambahan korban meninggal dunia menjadi perhatian kami. Kami berharap tidak ada lagi korban tambahan,” ujar Budi.

Selain mengusut dugaan human error, polisi juga mengumpulkan barang bukti dan memeriksa saksi di lokasi kejadian. Olah tempat kejadian perkara (TKP) dilakukan secara menyeluruh guna memastikan setiap detail peristiwa terungkap.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa proses hukum akan berjalan transparan dan profesional. Tidak menutup kemungkinan penetapan tersangka apabila ditemukan unsur kelalaian yang berujung pada kecelakaan.

Di sisi lain, penanganan korban tetap menjadi prioritas. Pendampingan medis dan psikologis terus diberikan, baik kepada korban selamat maupun keluarga korban meninggal dunia.

Budi juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan masyarakat saat melintasi perlintasan sebidang. Disiplin dan kepatuhan terhadap aturan dinilai krusial untuk mencegah tragedi serupa.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Kecelakaan kereta Bekasi #KRL vs Argo Bromo Anggrek #Polda Metro Jaya penyelidikan #human error perlintasan kereta #berita kecelakaan terbaru