Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Munjirin Melayat ke Rumah Korban Kecelakaan Kereta Bekasi Timur, Tegaskan Pemkot Jaktim Dampingi Keluarga hingga Proses Pemakaman Tuntas

Lugas Rumpakaadi • Kamis, 30 April 2026 | 08:25 WIB
Wali Kota Jakarta Timur Munjirin. (JawaPos.com)
Wali Kota Jakarta Timur Munjirin. (JawaPos.com)

RADARBANYUWANGI.ID - Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, menunjukkan empati langsung kepada keluarga korban kecelakaan kereta dengan melayat ke rumah duka almarhumah Harum Anjasari di Cipayung, Rabu (29/4/2026) pagi. Harum merupakan salah satu korban tabrakan antara Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur.

Kedatangan Munjirin bersama jajaran pemerintah setempat menjadi simbol kehadiran negara di tengah duka warga. Ia didampingi camat, lurah, serta perangkat wilayah untuk memastikan keluarga korban mendapatkan dukungan yang dibutuhkan.

“Alhamdulillah, pagi hari ini saya bisa hadir di rumah almarhumah Harum Anjasari, salah satu korban kejadian kecelakaan kereta di Bekasi Timur. Kami bersama camat dan lurah menyampaikan duka mendalam,” ujar Munjirin, dikutip Antara.

Dalam suasana haru, Munjirin menyebut almarhumah sebagai sosok pekerja keras yang menjadi tulang punggung keluarga. Harum diketahui bekerja di Jakarta dan saat kejadian tengah dalam perjalanan pulang ke rumahnya di Tambun.

“Almarhumah adalah seorang pejuang ekonomi untuk keluarganya. Beliau bekerja di Jakarta, dan saat kejadian, sedang dalam perjalanan pulang ke rumahnya di Tambun,” ucapnya.

Pemerintah Kota Jakarta Timur juga memastikan seluruh proses pemakaman berjalan lancar. Koordinasi dilakukan dengan pengurus wilayah, termasuk Ketua RW setempat, agar seluruh rangkaian prosesi berjalan tanpa kendala.

“Untuk prosesi pemakaman sudah saya sampaikan lewat Pak RW. Rencananya, akan dimakamkan di Cipayung. Kami sudah minta dibantu prosesnya dan Insya Allah, semuanya sudah siap,” tambah Munjirin.

Selain itu, Pemkot Jaktim menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi keluarga korban, baik dalam proses pemakaman maupun kebutuhan pascakejadian. Harapannya, keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan menghadapi musibah ini.

Sebelumnya, tim dari RS Polri Kramat Jati telah mengidentifikasi 10 korban kecelakaan yang terjadi pada Senin (27/4/2026) malam. Seluruh korban merupakan perempuan dengan rentang usia 19 hingga 50 tahun, berasal dari berbagai wilayah di Bekasi dan sekitarnya.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#kecelakaan kereta Bekasi Timur #berita duka kecelakaan kereta #RS Polri Kramat Jati #korban Commuter Line #Munjirin Jakarta Timur