Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pemprov DKI Evaluasi Perlintasan Sebidang Pasca Kecelakaan Bekasi, Rano Karno Dorong Percepatan Flyover untuk Tekan Risiko dan Tingkatkan Keselamatan Warga

Lugas Rumpakaadi • Rabu, 29 April 2026 | 15:44 WIB
Pemprov DKI mengevaluasi perlintasan sebidang usai kecelakaan di Bekasi. (Pexels/Kseniya Buraya)
Pemprov DKI mengevaluasi perlintasan sebidang usai kecelakaan di Bekasi. (Pexels/Kseniya Buraya)

RADARBANYUWANGI.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menegaskan komitmennya untuk mengevaluasi seluruh perlintasan sebidang kereta api menyusul kecelakaan yang terjadi di Bekasi Timur, Senin (27/4/2026). Evaluasi ini diharapkan mampu menekan potensi kecelakaan serupa di wilayah ibu kota.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengakui masih terdapat sejumlah perlintasan sebidang yang belum dilengkapi palang pintu. Meski demikian, ia menyebut sebagian titik telah dijaga petugas.

“Jakarta memang ada beberapa lintasan yang mungkin tidak tertutup, tapi minimal ada yang jaga. Tetapi, ini bagian yang harus kami evaluasi. Mudah-mudahan, tidak terjadi lagi kecelakaan,” ujar Rano di Jakarta, Rabu (29/4/2026), dikutip Antara.

Menurutnya, evaluasi menyeluruh menjadi langkah penting dalam meningkatkan keselamatan transportasi, khususnya pada titik temu antara jalur kereta dan lalu lintas kendaraan.

Di sisi lain, Pemprov DKI juga terus mempercepat pembangunan infrastruktur untuk mengurangi perlintasan sebidang. Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekda DKI Jakarta, Afan Adriansyah, menyampaikan bahwa salah satu proyek strategis yang tengah berjalan adalah pembangunan jalan layang (flyover) di Jalan Latumenten, Jakarta Barat.

“Ini adalah proyek multiyears yang dilakukan oleh Dinas Bina Marga, sudah dimulai pada akhir tahun 2025, dan akan dituntaskan pada tahun ini,” kata Afan.

Flyover Latumenten dibangun di dua sisi jalan. Pada sisi barat, panjang konstruksi mencapai 440,86 meter dengan lebar 11 meter. Sementara sisi timur memiliki panjang 439,23 meter dengan lebar 10 meter. Infrastruktur ini ditargetkan menjadi solusi untuk mengurai kepadatan sekaligus meningkatkan keselamatan di kawasan tersebut.

Selain itu, proyek flyover juga direncanakan di kawasan Bintaro Puspita. Proyek sepanjang 441 meter dengan lebar 9 meter tersebut telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan difokuskan untuk mengatasi kemacetan di perlintasan kereta api di kawasan Bintaro.

Langkah pembangunan jalan layang ini menjadi bagian dari strategi besar Pemprov DKI dalam menata perlintasan kereta api, termasuk menutup perlintasan liar yang dinilai rawan kecelakaan.

Upaya tersebut juga didukung oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 1 Jakarta. Sepanjang 2025, KAI telah menutup 40 titik perlintasan liar sebagai langkah preventif.

Data KAI mencatat, selama Januari hingga Desember 2025 terjadi 237 insiden tabrakan yang melibatkan kereta api. Rinciannya, 55 kejadian melibatkan kendaraan, 177 kejadian antara kereta api dan pejalan kaki, serta sisanya melibatkan hewan.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#perlintasan sebidang Jakarta #Rano Karno DKI Jakarta #kecelakaan kereta api Bekasi #flyover Latumenten #keselamatan transportasi Jakarta