Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tabrakan Kereta di Bekasi Timur Jadi Alarm Keselamatan, Menhub Dorong Evaluasi Total Sistem Perkeretaapian Nasional

Lugas Rumpakaadi • Rabu, 29 April 2026 | 15:16 WIB
Tabrakan kereta di Bekasi Timur menewaskan 15 orang dan melukai 88 lainnya. (Antara)
Tabrakan kereta di Bekasi Timur menewaskan 15 orang dan melukai 88 lainnya. (Antara)

RADARBANYUWANGI.ID - Insiden tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, menjadi perhatian serius pemerintah. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan, peristiwa tersebut harus dijadikan pelajaran penting untuk meningkatkan keselamatan transportasi perkeretaapian nasional.

Tabrakan yang melibatkan kereta Commuter Line dan kereta jarak jauh itu dinilai sebagai momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh oleh seluruh pemangku kepentingan, termasuk operator dan regulator.

“Ini menjadi pelajaran penting bagi PT Kereta Api Indonesia dan pemerintah untuk terus meningkatkan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Dudy dalam pernyataan resmi di Jakarta, Selasa (28/4/2026), dikutip Antara.

Menurut dia, pelayanan transportasi tidak cukup hanya berfokus pada kenyamanan. Lebih dari itu, aspek keamanan dan keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama dalam setiap operasional.

Pemerintah bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero), lanjut Dudy, akan melakukan evaluasi komprehensif guna memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Di sisi lain, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah diberi kewenangan untuk melakukan investigasi secara objektif terkait penyebab kecelakaan tersebut.

“Kami menyampaikan duka cita mendalam kepada korban yang meninggal dunia, serta berharap korban luka segera pulih,” katanya.

Respons cepat juga ditunjukkan Presiden Prabowo Subianto yang didampingi Menteri Perhubungan meninjau langsung korban di RSUD Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Presiden memastikan penanganan korban berjalan optimal sekaligus menegaskan komitmen pemerintah untuk mengusut tuntas penyebab kecelakaan.

“Saya menyampaikan belasungkawa atas nama pribadi dan pemerintah. Kami akan melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab kejadian ini,” ujar Presiden.

Sebelumnya, Menhub bersama Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, juga telah meninjau lokasi kejadian sejak Senin (27/4) malam guna mengawal proses evakuasi.

Data terbaru dari PT KAI mencatat hingga pukul 13.26 WIB, jumlah korban meninggal dunia mencapai 15 orang. Sementara itu, 88 orang lainnya mengalami luka-luka.

Seluruh korban meninggal telah dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi. Sedangkan korban luka mendapatkan perawatan di sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi dan sekitarnya.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#tabrakan kereta Bekasi Timur #keselamatan transportasi kereta api #Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi #investigasi KNKT kecelakaan kereta #PT KAI dan evaluasi layanan