RADARBANYUWANGI.ID - Proses evakuasi sarana kereta rel listrik (KRL) di wilayah Bekasi hingga kini masih terus berlangsung. Penanganan dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, terutama untuk memastikan seluruh aspek keselamatan terpenuhi sebelum operasional kembali dinormalkan.
Pada pagi hari, perjalanan KRL masih dibatasi hanya sampai Stasiun Bekasi. Pembatasan ini merupakan bagian dari upaya pengamanan selama proses evakuasi berlangsung di lokasi terdampak.
Seiring perkembangan penanganan di lapangan, layanan KRL direncanakan dapat kembali berjalan secara bertahap hingga lintas Bekasi–Cikarang pada siang hari. Namun, kepastian operasional tetap bergantung pada kondisi terakhir di lokasi.
Vice President Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia (Persero), Anne Purba, menegaskan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan penanganan.
“Tim di lapangan terus melakukan evakuasi dengan kehati-hatian. Kami memastikan perjalanan hanya akan dijalankan setelah seluruh aspek keselamatan terpenuhi,” ujar Anne, dikutip Antara.
Peristiwa yang terjadi di wilayah Bekasi tersebut juga menghadirkan duka mendalam. KAI menyampaikan belasungkawa kepada seluruh pihak yang terdampak atas kejadian tersebut.
Selain itu, KAI juga memahami bahwa kondisi ini berdampak langsung pada mobilitas pelanggan. Permohonan maaf disampaikan atas ketidaknyamanan yang timbul akibat gangguan perjalanan.
“Informasi akan terus diperbarui seiring perkembangan penanganan di lapangan. Untuk informasi lebih lanjut, pelanggan dapat menghubungi Contact Center 121 atau kanal resmi KAI lainnya,” pungkas Anne.
KAI memastikan akan terus memberikan pembaruan secara berkala hingga proses evakuasi selesai dan layanan dapat kembali berjalan normal sepenuhnya.
Editor : Lugas Rumpakaadi