Pakar Unpar Minta Publik Tunggu Hasil KNKT, Evaluasi Kecelakaan Kereta Bekasi Harus Menyentuh Akar Masalah

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Rabu, 29 April 2026 | 10:22 WIB
Pakar Unpar Tri Basuki Joewono mengimbau publik menunggu hasil investigasi KNKT terkait kecelakaan kereta di Bekasi. (JawaPos.com)
Pakar Unpar Tri Basuki Joewono mengimbau publik menunggu hasil investigasi KNKT terkait kecelakaan kereta di Bekasi. (JawaPos.com)

RADARBANYUWANGI.ID - Pakar transportasi publik dari Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Tri Basuki Joewono, mengimbau masyarakat untuk bersabar menanti hasil investigasi resmi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terkait kecelakaan kereta di Bekasi.

Menurut dia, hasil investigasi tersebut menjadi kunci dalam merumuskan langkah perbaikan yang tepat dan menyeluruh. “Mari kita tunggu hasil investigasi KNKT. Semoga hasil investigasi dapat diselesaikan dan dipublikasikan dalam waktu dekat,” ujarnya, Selasa (28/4/2026), dikutip Antara.

Guru Besar Teknik Sipil Unpar itu menegaskan, seluruh pihak sebaiknya tidak tergesa-gesa menyimpulkan penyebab insiden sebelum laporan resmi dirilis. Evaluasi yang komprehensif, kata dia, hanya dapat dilakukan setelah fakta-fakta teknis terungkap.

“Saya menyarankan untuk menunggu hasil investigasi KNKT. Setelah itu, baru dievaluasi bersama untuk mendalami lebih jauh, dan barulah mencari alternatif-alternatif solusi,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar solusi yang dirumuskan tidak berhenti pada penanganan gejala di permukaan. Pendekatan yang menyentuh akar persoalan dinilai lebih penting untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

“Peran semua pihak untuk mendalami, lalu menyusun usulan yang komprehensif menjadi sesuatu yang penting,” tegasnya.

Insiden maut yang terjadi pada Senin (27/4/2026) diduga bermula ketika KRL bernomor 5181 menabrak sebuah taksi di perlintasan sebidang dekat Bulak Kapal, Bekasi. Dampak tabrakan itu membuat KRL lain berkode 5568 yang menuju Cikarang berhenti di Stasiun Bekasi Timur.

Dalam situasi tersebut, kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek relasi Jakarta–Surabaya kemudian menabrak rangkaian KRL hingga menyebabkan kerusakan parah pada sejumlah gerbong.

Data dari Polda Metro Jaya mencatat, hingga Selasa (28/4/2026) sore, sedikitnya 15 orang meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut.

Secara terpisah, Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah telah menyiapkan anggaran hingga Rp4 triliun untuk memperbaiki sekitar 1.800 titik perlintasan kereta api di Pulau Jawa.

Selain itu, pembangunan jalan layang di wilayah Bekasi juga telah disetujui sebagai langkah preventif untuk mengurangi risiko kecelakaan di perlintasan sebidang.

Langkah tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya jangka panjang dalam meningkatkan keselamatan transportasi kereta api nasional.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
KNKT investigasi Kecelakaan kereta Bekasi Tri Basuki Joewono perlintasan kereta api keselamatan transportasi