Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Keluarga Korban Tabrakan KRL Bekasi Timur Bertahan di RS Polri, Menanti Kepastian Identifikasi di Tengah Harap dan Cemas

Lugas Rumpakaadi • Rabu, 29 April 2026 | 10:06 WIB
Keluarga korban kecelakaan KRL dan KRD di Bekasi Timur masih menunggu hasil identifikasi di RS Polri Kramat Jati. (JawaPos.com)
Keluarga korban kecelakaan KRL dan KRD di Bekasi Timur masih menunggu hasil identifikasi di RS Polri Kramat Jati. (JawaPos.com)

RADARBANYUWANGI.ID - Sejumlah keluarga korban kecelakaan antara kereta Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur masih diliputi ketidakpastian. Mereka bertahan di RS Polri Kramat Jati, menunggu hasil identifikasi dari tim Disaster Victim Identification (DVI).

Salah satu keluarga korban, Wasirin, datang untuk mencari kepastian keberadaan keponakannya, Vica Acnia Pratiwi, yang belum diketahui nasibnya sejak insiden terjadi.

“Pastinya, kami berharap dan masih menunggu hasil identifikasi dari rumah sakit di sini,” ujar Wasirin saat ditemui di RS Polri, Selasa (28/4/2026), dikutip Antara.

Di posko DVI, keluarga korban menyerahkan data ante mortem seperti KTP dan ijazah. Data tersebut akan dicocokkan dengan data post mortem korban yang tengah diidentifikasi oleh tim forensik.

“Kami sudah menyerahkan KTP, dan diminta juga ijazah untuk membantu pengecekan sidik jari. Sekarang masih menunggu hasilnya,” jelas Wasirin.

Proses ini menjadi krusial untuk memastikan identitas korban secara akurat, terutama dalam kondisi jenazah yang sulit dikenali secara visual.

Kekhawatiran keluarga bermula ketika Vica tidak bisa dihubungi sejak Senin (27/4/2026) malam, bertepatan dengan waktu kecelakaan terjadi di Stasiun Bekasi Timur.

“Keluarga di Bekasi sudah coba menghubungi sejak malam, tapi tidak ada balasan sama sekali. Akhirnya saya diminta ke sini untuk memastikan,” ungkapnya.

Pencarian pun sempat dilakukan ke sejumlah rumah sakit di Bekasi. Namun, nama Vica tidak ditemukan dalam daftar pasien maupun korban.

“Kami sudah cek di rumah sakit di Bekasi, tidak ada. Jadi kami menduga kemungkinan ada di sini, tapi masih menunggu kepastian dari tim,” katanya.

Situasi keluarga semakin berat karena orang tua Vica masih dalam perjalanan menuju Jakarta. Sebelumnya, mereka berada di kampung halaman untuk melayat anggota keluarga yang meninggal dunia.

“Orang tuanya masih di jalan menuju ke sini. Mereka sebelumnya sedang melayat karena ada keluarga yang meninggal,” tutur Wasirin.

Hingga kini, harapan tetap dijaga. Keluarga berharap Vica tidak termasuk dalam daftar korban.

“Kami hanya bisa menunggu hasilnya. Semoga bukan termasuk korban,” ucap Wasirin lirih.

Pihak RS Polri Kramat Jati mencatat telah menerima 10 kantong jenazah sejak Selasa dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Sementara itu, tujuh keluarga korban telah melapor ke posko DVI untuk proses identifikasi.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#kecelakaan kereta Bekasi Timur #identifikasi korban RS Polri #KRL Commuter Line tabrakan #proses DVI Indonesia #berita kecelakaan kereta terbaru