Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

RS Polri Kramat Jati Ungkap Kendala Identifikasi Korban Kecelakaan Kereta Bekasi Timur, MAMBIS Tak Selalu Mampu Baca Data Biometrik

Lugas Rumpakaadi • Rabu, 29 April 2026 | 10:02 WIB
RS Polri Kramat Jati menghadapi kendala identifikasi korban kecelakaan kereta di Bekasi Timur. (JawaPos.com)
RS Polri Kramat Jati menghadapi kendala identifikasi korban kecelakaan kereta di Bekasi Timur. (JawaPos.com)

RADARBANYUWANGI.ID - Proses identifikasi jenazah korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur masih menghadapi sejumlah hambatan. Tim Disaster Victim Identification (DVI) di RS Polri Kramat Jati mengungkapkan, kendala utama berasal dari aspek teknologi hingga kondisi fisik korban.

Kepala RS Polri, Prima Heru Yulihartono, menjelaskan bahwa penggunaan alat identifikasi biometrik belum sepenuhnya optimal. “Pada saat kita cek menggunakan MAMBIS, identitasnya tidak langsung keluar. Ini menjadi salah satu kendala yang saat ini masih kami dalami,” ujarnya dalam konferensi pers, Selasa (28/4/2026), dikutip Antara.

MAMBIS atau Mobile Automated Multi-Biometric Identification System merupakan perangkat portabel yang biasa digunakan tim Inafis Polri untuk mengidentifikasi korban tanpa identitas. Namun, dalam insiden ini, tidak semua data biometrik korban dapat terbaca secara langsung oleh sistem.

Selain faktor teknologi, kondisi jenazah turut memengaruhi proses identifikasi. Prima mengungkapkan, beberapa korban mengalami kerusakan di bagian kepala sehingga menyulitkan identifikasi wajah. “Kami menemukan ada beberapa jenazah dengan kerusakan di bagian kepala, sehingga identifikasi wajah menjadi tidak maksimal,” katanya.

Untuk mengatasi hambatan tersebut, tim DVI mengombinasikan berbagai metode, mulai dari pemeriksaan sidik jari, rekam medis gigi, hingga uji DNA. Langkah ini dilakukan guna memastikan akurasi identitas korban sebelum diserahkan kepada keluarga.

Meski demikian, RS Polri memastikan proses identifikasi terus dipercepat. “Kami upayakan secepatnya, karena kondisi jenazah tidak seperti korban kebakaran yang umumnya lebih sulit diidentifikasi,” tambah Prima.

Hingga Selasa pagi, RS Polri telah menerima 10 kantong jenazah. Sementara itu, tujuh keluarga korban telah melapor ke posko DVI untuk memberikan data pembanding.

Di sisi lain, PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan jumlah korban meninggal dunia akibat tabrakan antara KRL CommuterLine dan KRD Argo Bromo Anggrek bertambah. Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyebutkan jumlah korban meninggal mencapai 14 orang berdasarkan data terbaru, sementara puluhan korban luka masih menjalani perawatan di berbagai fasilitas kesehatan.

RS Polri juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk segera melapor dan membawa data pendukung. Upaya ini dinilai krusial untuk mempercepat proses identifikasi di tengah berbagai kendala yang dihadapi tim di lapangan.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#kecelakaan kereta Bekasi Timur #DVI Polri #identifikasi jenazah RS Polri #MAMBIS Inafis Polri #korban KRL dan Argo Bromo Anggrek