Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Warung Nasi di Dusun Locancang Panarukan Situbondo Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp 30 Juta

Moh Humaidi Hidayatullah • Rabu, 29 April 2026 | 13:00 WIB
JINAKKAN API: Anggota Damkar Situbondo memadamkan api yang melahap warung nasi, di pinggir jalan Dusun Locancang, Desa Paowan, Kecamatan Panarukan, Senin malam (27/4). (Humaisi/Radar Situbondo)
JINAKKAN API: Anggota Damkar Situbondo memadamkan api yang melahap warung nasi, di pinggir jalan Dusun Locancang, Desa Paowan, Kecamatan Panarukan, Senin malam (27/4). (Humaisi/Radar Situbondo)

RADARBANYUWANGI.ID - Suasana tenang Dusun Locancang, Desa Paowan, Kecamatan Panarukan, Situbondo, Jawa Timur, mendadak berubah mencekam setelah sebuah warung nasi milik Imam Syafi’i (54) ludes dilalap si jago merah, Senin malam (27/4) sekitar pukul 18.30 WIB. Dalam hitungan menit, bangunan sederhana di pinggir jalan itu rata dengan tanah.

Kebakaran tersebut pertama kali diketahui oleh seorang warga yang tengah melintas di depan lokasi kejadian. Saat itu, api sudah membesar dan mulai melahap seluruh bagian warung.

Koordinator BPBD Situbondo, Puriyono, menjelaskan bahwa saat kejadian kondisi warung dalam keadaan kosong. Pemilik maupun keluarga tidak berada di lokasi.

“Yang pertama kali mengetahui adalah warga yang kebetulan lewat. Saat itu penghuninya tidak ada di tempat. Pak Syafi’i sedang keluar ke rumah temannya, sedangkan istrinya juga sedang berada di luar kota,” ujar Puriyono, Selasa (27/4).

Melihat api yang semakin membesar, warga sekitar segera menghubungi petugas pemadam kebakaran (Damkar) Mako Situbondo Kota. Tidak berselang lama, dua unit mobil pemadam tiba di lokasi dan langsung melakukan upaya pemadaman.

Petugas berjibaku di tengah kepulan asap dan api yang cepat membesar karena sebagian besar bangunan terbuat dari bahan mudah terbakar. Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung sekitar 20 menit hingga api berhasil dipadamkan sepenuhnya.

“Api berhasil dipadamkan kurang lebih 20 menit. Namun warung tidak bisa diselamatkan dan hangus terbakar. Kerugian ditaksir sekitar Rp 30 juta,” jelasnya.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut. Namun seluruh isi warung, termasuk peralatan usaha, ludes terbakar.

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih belum dapat dipastikan. Aparat bersama pihak terkait masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui sumber api yang memicu insiden tersebut.

Menurut keterangan awal, warung tersebut diketahui sudah tutup selama empat hari terakhir sebelum kejadian. Pemilik juga mengaku tidak sedang menggunakan kompor gas atau aktivitas memasak di dalam warung saat ditinggalkan.

“Penyebab kebakaran masih belum bisa dipastikan. Saat ini masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian,” tegas Puriyono.

Peristiwa ini menambah daftar kejadian kebakaran di wilayah Situbondo yang kerap terjadi akibat faktor yang masih beragam, mulai dari korsleting listrik hingga sumber api tak terduga. BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat meninggalkan tempat usaha atau rumah dalam keadaan kosong.

Warga sekitar berharap agar penyebab pasti kebakaran segera terungkap, sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari. (hum/pri)

Editor : Ali Sodiqin
#kebakaran warung Panarukan #warung nasi Locancang Situbondo #BPBD Situbondo kebakaran #penyebab kebakaran warung #kerugian kebakaran Situbondo