Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pohon Waru Tumbang Hantam Rumah Warga Yosomulyo Banyuwangi, Dapur Rusak Parah Usai Hujan Deras

Zamrozi Wahyu • Rabu, 29 April 2026 | 01:00 WIB
AMBRUK: Petugas gabungan membantu memindahkan batang pohon waru yang menimpa rumah warga Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran, Senin (27/4). (Itnur Suyanto for Radar Banyuwangi)
AMBRUK: Petugas gabungan membantu memindahkan batang pohon waru yang menimpa rumah warga Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran, Senin (27/4). (Itnur Suyanto for Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Suara keras menggelegar memecah suasana selepas Maghrib di Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (26/4). Sebatang pohon waru berukuran besar tiba-tiba roboh dan menghantam bagian dapur rumah warga, menyebabkan kerusakan cukup parah.

Rumah milik Abdurrahman, 56, menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Pohon setinggi belasan meter itu ambruk sekitar pukul 18.00 WIB, tepat saat hujan deras mengguyur wilayah setempat.

Beruntung, insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka. Namun, bagian dapur rumah mengalami kerusakan berat setelah tertimpa batang dan ranting pohon.

Staf Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Kecamatan Gambiran, Itnur Suyanto, mengatakan bahwa faktor utama kejadian diduga karena kondisi pohon yang sudah rapuh, ditambah cuaca ekstrem.

“Pohonnya sudah lapuk. Selain itu, setelah salat Maghrib terjadi hujan deras, sehingga mempercepat pohon tersebut tumbang,” jelasnya.

Warga sekitar sempat dibuat panik dengan suara keras dari arah belakang rumah korban. Beberapa di antaranya langsung mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi penghuni rumah.

Laporan kejadian segera diteruskan kepada petugas. Namun, proses evakuasi tidak langsung dilakukan pada malam hari dengan pertimbangan keselamatan.

“Karena kejadiannya malam dan pencahayaan terbatas, evakuasi baru dilakukan keesokan harinya, Senin pagi,” ujar Itnur.

Sejak pagi, petugas gabungan dari Trantibum Kecamatan Gambiran dan Tegalsari, Satpol PP, TNI, Polri, bersama perangkat desa dan warga, langsung bergerak cepat ke lokasi. Mereka bergotong royong mengevakuasi batang pohon serta membersihkan puing bangunan yang rusak.

Proses evakuasi berlangsung cukup intensif karena ukuran pohon yang besar dan posisi tumbangnya yang menimpa struktur dapur.

Akibat kejadian tersebut, atap dapur rumah korban mengalami kerusakan berat. Genting pecah berserakan, rangka kayu patah, hingga plafon ambruk. Meski demikian, bagian utama rumah masih dalam kondisi aman.

“Itu yang paling parah di bagian dapur. Tapi alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” tambahnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi pohon tumbang, terutama saat memasuki musim hujan dengan intensitas angin dan curah hujan tinggi.

Itnur mengimbau warga untuk segera melaporkan jika menemukan pohon dengan kondisi miring, lapuk, atau berpotensi membahayakan lingkungan sekitar.

“Kalau ada pohon yang sudah terlihat rawan, sebaiknya segera dilaporkan agar bisa dilakukan penanganan lebih awal sebelum terjadi kejadian serupa,” tegasnya.

Kejadian pohon tumbang ini menambah daftar risiko bencana hidrometeorologi di Banyuwangi yang kerap terjadi saat cuaca ekstrem. Kewaspadaan dan kolaborasi antara warga serta pemerintah menjadi kunci untuk meminimalkan dampak yang ditimbulkan. (why)

Editor : Ali Sodiqin
#Yosomulyo Gambiran #pohon waru roboh #cuaca ekstrem Banyuwangi #Rumah Tertimpa Pohon #pohon tumbang Banyuwangi