Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tragedi Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, 14 Tewas, RS Polri Buka Posko DVI untuk Identifikasi, Keluarga Diminta Segera Melapor

Lugas Rumpakaadi • Selasa, 28 April 2026 | 15:32 WIB
Mensos Saifullah Yusuf menyebut santunan korban kecelakaan KA Bekasi Timur ditangani Jasa Raharja. (JawaPos.com)
Mensos Saifullah Yusuf menyebut santunan korban kecelakaan KA Bekasi Timur ditangani Jasa Raharja. (JawaPos.com)

RADARBANYUWANGI.ID - Proses identifikasi korban kecelakaan antara kereta Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur masih berlangsung. RS Polri Kramat Jati membuka posko Disaster Victim Identification (DVI) dan meminta keluarga korban segera melapor.

Kepala Biro Kedokteran Polisi Pusdokkes Polri, Nyoman Eddy, menegaskan bahwa posko tersebut menjadi pusat pengumpulan data awal untuk proses identifikasi.

“Kami sudah siapkan posko untuk keluarga korban. Di sana akan dilakukan pengumpulan data sebelum kematian (ante mortem) untuk kepentingan identifikasi,” ujarnya di Jakarta, Selasa (28/4/2026), dikutip Antara.

Ia menjelaskan, data ante mortem mencakup informasi medis, ciri fisik, hingga barang pribadi milik korban. Seluruh data tersebut nantinya akan dicocokkan dengan hasil pemeriksaan post mortem dari jenazah yang telah dievakuasi.

Hingga saat ini, sedikitnya 10 kantong jenazah telah dibawa ke RS Polri. Namun, identitas para korban belum dapat dipastikan karena masih dalam tahap pemeriksaan.

“Seluruh kantong jenazah masih dalam tahap pemeriksaan. Identitas korban belum diketahui dan akan kami pastikan melalui proses rekonsiliasi data,” kata Nyoman.

Proses rekonsiliasi menjadi tahapan krusial dalam memastikan keakuratan identitas korban. Polisi menegaskan seluruh prosedur dilakukan secara profesional dan sesuai standar internasional DVI.

Sementara itu, PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat insiden di Stasiun Bekasi Timur mencapai 14 orang.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyampaikan bahwa data tersebut merupakan pembaruan hingga Selasa pagi.

“Berdasarkan data terbaru hingga pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia,” ujarnya.

Selain korban meninggal, sebanyak 84 orang dilaporkan mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis di sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi.

Nyoman menambahkan, korban luka tidak dirujuk ke RS Polri, melainkan langsung ditangani di fasilitas kesehatan terdekat di Bekasi.

“Untuk korban luka, semuanya ditangani di rumah sakit sekitar Bekasi,” jelasnya.

Di sisi lain, tim gabungan masih melakukan penyisiran di lokasi kejadian untuk memastikan jumlah korban secara akurat. Hingga kini, belum ada jenazah yang diserahkan kepada keluarga karena seluruhnya masih menunggu proses identifikasi selesai.

Polisi mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga agar segera datang ke posko DVI dengan membawa data pendukung. Hal tersebut dinilai penting untuk mempercepat proses identifikasi korban tragedi tersebut.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#kecelakaan kereta Bekasi Timur #RS Polri Kramat Jati #identifikasi korban DVI #KAI korban meninggal #tabrakan Commuter Line