RADARBANYUWANGI.ID - Kementerian Perhubungan mengungkap kronologi awal dugaan kecelakaan kereta api di kawasan Bekasi Timur, Jawa Barat, yang melibatkan kereta rel listrik (KRL) dan kereta jarak jauh. Insiden tersebut diduga bermula dari perlintasan sebidang.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjelaskan, peristiwa berawal saat rangkaian KRL relasi Bekasi–Cikarang tertemper sebuah mobil di perlintasan JPL 85.
“Berdasarkan kronologi awal, insiden kecelakaan bermula ketika rangkaian KRL relasi Bekasi–Cikarang tertemper mobil di perlintasan sebidang JPL 85,” ujar Dudy dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (28/4/2026), dikutip Antara.
Benturan tersebut membuat rangkaian KRL harus dievakuasi dan ditetapkan sebagai Perjalanan Luar Biasa (PLB) dengan kode 5181 karena keluar dari jadwal operasional normal.
Situasi semakin kompleks ketika petugas menghentikan satu rangkaian KRL lain dengan kode PLB 5568 di peron Stasiun Bekasi Timur. Pada saat bersamaan, KA Argo Bromo Anggrek relasi Jakarta–Surabaya tidak sempat berhenti sepenuhnya dan akhirnya terlibat insiden dengan KRL yang tengah berhenti tersebut.
Kementerian Perhubungan bersama PT Kereta Api Indonesia terus melakukan koordinasi intensif guna memastikan proses evakuasi berjalan optimal. Penanganan korban dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan keselamatan.
“Upaya ini didukung melalui pendirian Posko Tanggap Darurat di Stasiun Bekasi Timur serta penanganan medis intensif di fasilitas kesehatan,” kata Dudy.
Seluruh korban dipastikan mendapatkan penanganan terbaik sesuai ketentuan yang berlaku. Hingga kini, proses pendataan korban masih berlangsung, sementara operasional KRL mengalami penyesuaian dan sementara hanya dilayani hingga Stasiun Bekasi.
Tim teknis dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub bersama pihak KAI telah berada di lokasi sejak Senin malam hingga Selasa pagi untuk memimpin langsung proses penanganan di lapangan.
Pemerintah memberikan ruang penuh kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk melakukan investigasi independen. Hasil investigasi tersebut akan menjadi dasar evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan transportasi nasional.
“Kami juga memberikan kesempatan kepada KNKT untuk melakukan investigasi secara objektif,” tegas Dudy.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto turut meninjau langsung korban di RSUD Kota Bekasi. Dalam kunjungannya, Presiden menyampaikan duka cita mendalam sekaligus menegaskan pentingnya investigasi menyeluruh.
“Saya ucapkan belasungkawa atas nama pribadi dan Pemerintah. Kami segera melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab kejadian ini,” ujar Presiden Prabowo.
Ia juga menekankan perlunya peningkatan keselamatan, khususnya di perlintasan sebidang yang masih memiliki risiko tinggi.
Kecelakaan ini menjadi pengingat serius bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terus meningkatkan sistem keselamatan transportasi. Pemerintah berkomitmen memperkuat pengawasan dan mitigasi risiko guna mencegah kejadian serupa terulang.
Dudy menyampaikan duka cita atas korban meninggal dunia serta berharap korban luka segera pulih. “Kami ingin menyampaikan duka cita mendalam untuk korban meninggal dunia. Kemudian terhadap korban-korban luka, kami berharap dapat segera diberi kesembuhan,” tuturnya.
Editor : Lugas Rumpakaadi