Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Prabowo Setujui Flyover Bekasi Usai Tabrakan Kereta Api dan KRL, Targetkan Perbaikan 1.800 Perlintasan di Jawa

Lugas Rumpakaadi • Selasa, 28 April 2026 | 14:38 WIB
Presiden Prabowo menjenguk korban kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL di RSUD Bekasi. (Antara)
Presiden Prabowo menjenguk korban kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL di RSUD Bekasi. (Antara)

RADARBANYUWANGI.ID - Pemerintah pusat bergerak cepat merespons kecelakaan tragis antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur. Presiden Prabowo Subianto menyetujui pembangunan flyover di wilayah Bekasi, Jawa Barat, sebagai langkah konkret mencegah kejadian serupa terulang.

Keputusan tersebut diambil usai Presiden meninjau langsung kondisi korban yang dirawat di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Selasa (28/4/2026) pagi. Dalam keterangannya, Prabowo menegaskan bahwa usulan pembangunan flyover berasal dari pemerintah daerah setempat.

“Pemerintah Daerah Bekasi telah mengajukan dibuat flyover, karena Bekasi ini juga padat ya dan keperluan kereta api itu sangat penting, sangat mendesak,” ujar Prabowo, dikutip Antara.

Ia memastikan proyek tersebut akan segera direalisasikan melalui dukungan langsung dari pemerintah pusat. “Jadi saya sudah setujui segera dibangun flyover langsung oleh bantuan Presiden,” imbuhnya.

Menurut Prabowo, tingginya mobilitas masyarakat di Bekasi tidak diimbangi dengan sistem pengamanan perlintasan kereta yang memadai. Banyak titik perlintasan masih belum dijaga, sehingga rawan kecelakaan.

Tak hanya Bekasi, Presiden juga menyoroti persoalan serupa di berbagai daerah lain di Pulau Jawa. Ia menyebut terdapat sekitar 1.800 titik perlintasan kereta api yang membutuhkan penanganan serius.

“Kemudian di Jawa ada 1.800 titik yang juga lintasan seperti ini. Ini dari zaman, saya kira dari zaman Belanda ya sudah berapa puluh tahun ya, sekarang sudahlah kita selesaikan semua itu,” tegasnya.

Untuk menyelesaikan persoalan tersebut, pemerintah menyiapkan anggaran besar. Prabowo mengungkapkan kebutuhan dana mencapai hampir Rp4 triliun, yang akan digunakan untuk pembangunan flyover maupun pos penjagaan.

“Kita perhitungkan sekitar hampir Rp4 triliun demi keselamatan dan demi, karena kita sangat penting, kita sangat perlu kereta api dan kita harus keluarkan itu,” katanya.

Dalam kunjungan ke rumah sakit, Presiden tiba sekitar pukul 08.39 WIB dan langsung menuju poli bedah sebelum menyambangi ruang perawatan Bougenville. Ia sempat berdialog dengan para korban yang tengah menjalani perawatan.

Seperti diketahui, kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line terjadi pada Senin (27/4/2026) malam di Stasiun Bekasi Timur. Berdasarkan data terbaru dari pihak KAI, insiden tersebut menelan 14 korban jiwa.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Flyover Bekasi #Perlintasan KA Jawa #Infrastruktur Transportasi #prabowo subianto #kecelakaan kereta api