Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Prabowo Siapkan Rp4 Triliun Benahi 1.800 Perlintasan Kereta Api di Jawa, Prioritaskan Keselamatan Publik

Lugas Rumpakaadi • Selasa, 28 April 2026 | 14:34 WIB
Presiden Prabowo menjenguk korban kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL di RSUD Bekasi. (Antara)
Presiden Prabowo menjenguk korban kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL di RSUD Bekasi. (Antara)

RADARBANYUWANGI.ID - Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam meningkatkan keselamatan transportasi publik. Salah satunya melalui rencana perbaikan 1.800 titik perlintasan kereta api di Pulau Jawa dengan alokasi anggaran mencapai Rp4 triliun.

Langkah ini disampaikan Presiden saat meninjau korban kecelakaan kereta api di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Kota Bekasi, Selasa. Ia menilai perbaikan tersebut mendesak mengingat banyaknya perlintasan yang tidak terjaga dan rawan kecelakaan.

“Kita perhitungkan sekitar hampir Rp4 T ya, Rp4 triliun, demi keselamatan,” ujar Presiden, dikutip Antara.

Presiden menjelaskan, sebagian besar perlintasan tersebut merupakan peninggalan era kolonial Belanda yang telah berusia puluhan tahun tanpa penanganan menyeluruh. Kondisi itu dinilai menjadi salah satu faktor tingginya risiko kecelakaan di perlintasan sebidang.

Menurutnya, selama ini banyak titik perlintasan tidak memiliki sistem pengamanan memadai, baik berupa palang pintu maupun petugas jaga.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah menyiapkan dua skema utama. Pertama, pembangunan pos penjagaan di titik rawan. Kedua, pembangunan jembatan layang (flyover) untuk menghilangkan perlintasan sebidang.

“Saya akan perintahkan segera kita akan perbaiki semua ya lintasan tersebut, apakah dengan dilakukan pos jaga atau dengan flyover ya nanti pelaksanaannya kita tunjuk,” tegasnya.

Khusus wilayah Bekasi, Presiden telah menyetujui pembangunan flyover melalui skema bantuan presiden. Langkah ini diambil karena tingginya kepadatan lalu lintas serta tingginya potensi kecelakaan.

Kebijakan ini tak lepas dari insiden kecelakaan kereta di wilayah Stasiun Bekasi Timur. Berdasarkan data hingga pukul 08.45 WIB, peristiwa tersebut menyebabkan 14 orang meninggal dunia dan 84 lainnya mengalami luka-luka.

Para korban telah dievakuasi ke sejumlah rumah sakit, termasuk RSUD Bekasi dan RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan seluruh biaya pengobatan korban luka serta pemakaman korban meninggal ditanggung oleh pihak asuransi bersama KAI.

Selain itu, KAI juga membuka Posko Tanggap Darurat dan Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur. Posko ini bertujuan memberikan informasi akurat kepada keluarga korban sekaligus membantu penanganan barang milik penumpang.

Pemerintah menargetkan perbaikan ini mampu menyelesaikan persoalan keselamatan di perlintasan sebidang yang telah terbengkalai selama hampir 80 tahun sejak masa kemerdekaan.

Presiden menegaskan, investasi besar tersebut merupakan langkah strategis mengingat kereta api menjadi salah satu moda transportasi massal utama masyarakat.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Kecelakaan Bekasi #Flyover Jawa #perlintasan kereta api #prabowo subianto #keselamatan transportasi