Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tragedi KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Korban Tewas Bertambah Jadi 7 Orang, Evakuasi 8 Jam Berjalan Hati-hati dan Tiga Penumpang Masih Terperangkap

Lugas Rumpakaadi • Selasa, 28 April 2026 | 13:25 WIB
Insiden kecelakaan KRL Commuter Line dan Kereta Api Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur memicu evakuasi besar-besaran. (X/@bisot)
Insiden kecelakaan KRL Commuter Line dan Kereta Api Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur memicu evakuasi besar-besaran. (X/@bisot)

RADARBANYUWANGI.ID - Peristiwa kecelakaan kereta api di wilayah Bekasi Timur kembali memakan korban jiwa. Hingga Selasa (28/4/2026), jumlah korban meninggal dunia tercatat bertambah menjadi tujuh orang.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Bobby Rasyidin, mengungkapkan selain korban meninggal, puluhan penumpang masih menjalani perawatan intensif di sejumlah fasilitas kesehatan.

“Meninggal dunia itu 7 orang, luka-luka dan dirawat itu sebanyak 81 orang, dan yang ada masih terperangkap itu ada sekitar 3 orang yang terperangkap di dalam kereta,” ujar Bobby.

Proses evakuasi menjadi perhatian utama petugas di lapangan. Bobby menjelaskan, upaya penyelamatan korban berlangsung cukup lama karena harus dilakukan secara hati-hati.

“Evakuasi ini cukup lama selama 8 jam dan kita laksanakan hati-hati sekali,” katanya.

Seluruh rangkaian Kereta Api Argo Bromo Anggrek yang terdiri dari 12 kereta telah berhasil dipindahkan ke Stasiun Bekasi. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat penanganan serta membuka kembali jalur yang terdampak.

“Semua rangkaian sebanyak 12 gerbong itu telah kami lakukan evakuasi ke Stasiun Bekasi,” imbuhnya.

Meski sebagian besar penumpang telah dievakuasi, hingga kini masih terdapat tiga korban yang terjebak di dalam rangkaian kereta. Tim gabungan dari KAI dan Basarnas terus mempersiapkan langkah evakuasi lanjutan.

Proses pengangkatan lokomotif juga tengah dirancang dengan mengutamakan keselamatan, baik bagi korban maupun petugas di lapangan.

Seiring perkembangan evakuasi, jalur hilir telah dibuka kembali untuk operasional kereta api. Namun, layanan Commuter Line masih dibatasi hanya sampai Stasiun Bekasi.

KAI juga telah membuka posko tanggap darurat di lokasi kejadian guna membantu keluarga korban memperoleh informasi terkini.

“Silakan warga, keluarga dari korban bisa menghubungi call center 121 atau mengunjungi posko tanggap darurat kami di stasiun ini,” kata Bobby.

Kecelakaan ini terjadi pada Senin (27/4/2026), melibatkan rangkaian KA Argo Bromo Anggrek di kawasan Bekasi Timur. Insiden tersebut menyebabkan korban jiwa serta puluhan penumpang mengalami luka-luka.

Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses penyelidikan. Fokus utama tetap pada evakuasi korban serta pemulihan layanan transportasi secara bertahap.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#kecelakaan kereta Bekasi Timur #KAI evakuasi korban #korban kecelakaan kereta #Commuter Line Bekasi #argo bromo anggrek