Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tragedi Kereta Api di Bekasi Timur: 4 Tewas, 79 Luka, KAI Pastikan Seluruh Korban Dievakuasi dan Ditangani

Lugas Rumpakaadi • Selasa, 28 April 2026 | 12:48 WIB
Insiden kecelakaan KRL Commuter Line dan Kereta Api Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur memicu evakuasi besar-besaran. (X/@bisot)
Insiden kecelakaan KRL Commuter Line dan Kereta Api Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur memicu evakuasi besar-besaran. (X/@bisot)

RADARBANYUWANGI.ID - PT Kereta Api Indonesia (KAI) memastikan seluruh korban terdampak peristiwa di wilayah Stasiun Bekasi Timur telah berhasil dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis di sejumlah rumah sakit rujukan.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan duka cita mendalam atas kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa fokus utama perusahaan saat ini adalah penanganan korban.

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas kejadian ini serta permohonan maaf kepada seluruh pelanggan. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (28/4/2026), dikutip Antara.

Berdasarkan data sementara hingga pukul 02.00 WIB, tercatat empat orang meninggal dunia dan 79 lainnya mengalami luka-luka. Seluruh korban telah dibawa ke berbagai rumah sakit di wilayah Bekasi untuk mendapatkan perawatan intensif.

Sementara itu, seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek yang berjumlah 240 orang dilaporkan berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin memastikan proses evakuasi dilakukan secara maksimal.

“Saat ini korban meninggal dunia tercatat empat orang dan 79 orang mengalami luka-luka. Seluruh korban telah kami bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan terbaik,” katanya.

Dalam proses penanganan, KAI berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Basarnas, TNI, Polri, serta tim medis guna memastikan seluruh korban tertangani dengan cepat dan tepat.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama dalam proses evakuasi.

“Kami fokus pada upaya evakuasi dan penanganan korban dengan sekuat tenaga. Untuk penyebab kejadian, kami menyerahkannya kepada KNKT,” ujarnya.

Dampak insiden ini turut memengaruhi operasional perjalanan kereta api. Hingga pukul 01.04 WIB, jalur hilir lintas Bekasi–Tambun telah kembali dapat dilalui, sementara jalur hulu masih dalam proses penanganan.

KAI melakukan penyesuaian pola operasi KRL secara bertahap sesuai kondisi jalur. Selain itu, sejumlah perjalanan kereta api jarak jauh dari Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen untuk sementara dihentikan.

Sejumlah layanan yang dibatalkan mencakup berbagai rute populer pada 27 dan 28 April 2026, di antaranya KA Gunungjati, Parahyangan, Argo Muria, Mataram, hingga Argo Sindoro dan Menoreh.

Sebagai bentuk tanggung jawab kepada pelanggan, KAI memberikan pengembalian bea tiket secara penuh bagi penumpang terdampak pembatalan, dengan masa pengajuan hingga tujuh hari ke depan.

Untuk penumpang KA Argo Bromo Anggrek relasi Surabaya Pasarturi–Gambir, KAI juga menyediakan layanan lanjutan berupa bus menuju Stasiun Gambir.

Selain itu, KAI telah menyiapkan posko informasi untuk membantu keluarga korban memperoleh kabar terkait penumpang.

Masyarakat dapat mengakses informasi melalui layanan resmi KAI, baik melalui WhatsApp 0811-2223-3121 maupun Call Center 121.

KAI menyerahkan sepenuhnya proses investigasi kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) guna mengungkap penyebab kejadian secara menyeluruh.

Perusahaan memastikan akan terus memberikan pembaruan informasi seiring perkembangan penanganan di lapangan.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#bekasi timur #KAI #Kereta Api