RADARBANYUWANGI.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi bergerak cepat merespons kecelakaan kereta api yang melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam. Seluruh sumber daya dikerahkan untuk memastikan keselamatan korban menjadi prioritas utama.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan bahwa langkah tanggap darurat difokuskan pada percepatan evakuasi serta penanganan medis korban di lokasi kejadian.
“Prioritas utama kami malam ini adalah keselamatan dan penanganan korban. Semua harus tertangani cepat dan tepat,” ujarnya di lokasi kejadian, dikutip Antara.
Pemkot Bekasi memastikan dukungan penuh diberikan melalui pengerahan tenaga kesehatan, armada ambulans, serta koordinasi intensif dengan sejumlah rumah sakit rujukan. Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan risiko keterlambatan penanganan korban.
“Kami tidak ingin ada korban yang terlambat tertangani. Semua rumah sakit di sekitar lokasi sudah kami siagakan untuk menerima korban,” lanjutnya.
Sejumlah fasilitas kesehatan di wilayah Bekasi telah disiapkan sebagai pusat penanganan korban luka. Di antaranya RSUD Kota Bekasi, RS Bella, dan RS Primaya yang saat ini merawat puluhan korban.
Selain penanganan medis, Pemkot juga membuka posko informasi bagi keluarga korban. Pendampingan disediakan baik di lokasi kejadian maupun di rumah sakit guna memastikan keluarga mendapatkan informasi yang akurat dan dukungan psikologis.
Di tengah situasi darurat, masyarakat diimbau untuk tidak berkerumun di sekitar lokasi kecelakaan. Hal ini penting agar proses evakuasi tidak terhambat dan petugas dapat bekerja secara optimal.
“Kami mohon masyarakat memberi ruang kepada petugas untuk bekerja. Informasi resmi akan terus kami sampaikan secara berkala,” tegas Tri.
Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi masih berlangsung. Sementara itu, penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan oleh pihak berwenang.
Editor : Lugas Rumpakaadi