RADARBANYUWANGI.ID - Suasana Stasiun Bekasi Timur mendadak mencekam pada Senin (27/4/2026) malam. Insiden memilukan terjadi ketika Kereta Api Argo Bromo Anggrek menghantam rangkaian KRL Commuter Line sekitar pukul 20.53 WIB.
Benturan keras itu menyebabkan kerusakan parah pada gerbong belakang KRL. Sejumlah penumpang dilaporkan terjebak di antara material besi yang ringsek. Suara teriakan dan upaya penyelamatan memecah malam, di bawah sorot lampu darurat petugas.
Berdasarkan data sementara di lokasi, tiga orang dinyatakan meninggal dunia. Sebanyak 29 penumpang lainnya mengalami luka-luka dan telah dilarikan ke sejumlah rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif. Hingga kini, fokus utama tim penyelamat adalah mengevakuasi tujuh penumpang yang masih terjepit di gerbong paling belakang.
Kapolda Metro Jaya, Asep Edi Suheri, turun langsung meninjau lokasi. Ia memastikan proses evakuasi terus dikebut dengan melibatkan personel gabungan serta alat berat. Tim dari Basarnas juga dikerahkan untuk memotong bagian gerbong yang mengalami deformasi berat.
“Tadi kita lihat ada 6–7 orang terjepit dalam gerbong. Mudah-mudahan segera bisa kita evakuasi. Kesulitannya saat ini ada proses pemotongan gerbong oleh Basarnas pada korban-korban yang terjepit,” ujar Asep di lokasi kejadian, dikutip Antara.
Proses penyelamatan berlangsung dramatis. Petugas harus bekerja hati-hati untuk menghindari risiko tambahan bagi korban yang masih terperangkap. Sementara itu, jalur kereta di lintas Bekasi sempat lumpuh total akibat insiden tersebut.
Pihak kepolisian bersama teknisi PT Kereta Api Indonesia (KAI) masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan. Dugaan sementara belum dapat disimpulkan, mengingat kondisi gerbong yang rusak parah masih dalam tahap penanganan.
Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi masih berlangsung. Petugas terus berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan korban yang tersisa, di tengah kondisi yang penuh tantangan.
Editor : Lugas Rumpakaadi