RADARBANYUWANGI.ID - Gangguan hebat melanda perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line lintas Bekasi–Cikarang pada Senin (27/4/2026) malam. Insiden kecelakaan yang melibatkan satu rangkaian KRL dan KA Argo Bromo Anggrek terjadi di kawasan Stasiun Bekasi Timur, memicu kepanikan penumpang serta kelumpuhan layanan di sejumlah stasiun.
Peristiwa tersebut terjadi di jalur 1 arah Cikarang. Berdasarkan informasi yang dihimpun, KRL dalam kondisi berhenti saat tiba-tiba dihantam kereta jarak jauh dari arah barat pada jalur yang sama. Benturan keras tak terhindarkan, mengakibatkan kerusakan parah pada bagian belakang rangkaian KRL.
Salah satu penumpang selamat, Heri, mengungkapkan kondisi mencekam sesaat setelah tabrakan terjadi.
“Commuter Line mengalami hancur di bagian belakang. Kami semua langsung dievakuasi oleh petugas,” ujarnya, dikutip Antara.
Evakuasi korban dilakukan secara intensif oleh petugas gabungan dibantu warga sekitar hingga pukul 21.50 WIB. Sejumlah penumpang dilaporkan mengalami luka-luka, bahkan beberapa di antaranya ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri.
Dampak kejadian ini menjalar ke berbagai stasiun di lintas tersebut. Di Stasiun Jatinegara, ribuan penumpang terlantar akibat keterlambatan perjalanan. Pantauan di lokasi menunjukkan antrean panjang hingga ke area pintu masuk, sementara sebagian penumpang memilih duduk di lantai karena ketidakpastian jadwal.
Nur (24), salah satu pengguna KRL, mengaku telah menunggu lebih dari setengah jam tanpa kejelasan.
“Sudah lebih dari 35 menit tidak jalan. Karena informasinya ternyata ada kecelakaan di depan, di Stasiun Bekasi Timur,” keluhnya.
Kondisi serupa dirasakan Taufik (53), penumpang tujuan Tambun. Ia mengaku tidak memiliki banyak pilihan selain menunggu.
“Iya ini kita nunggu aja dari tadi, mau gimana lagi sudah ketahuan begini. Kalau naik ojek online mahal karena masih jauh saya mau ke Tambun,” tuturnya.
Pihak operator melalui pengumuman di stasiun-stasiun terus mengimbau penumpang agar tetap tenang dan mengikuti informasi resmi.
“Mohon maaf atas ketidaknyamanan, saat ini perjalanan KRL mengalami keterlambatan karena adanya gangguan di lintas Bekasi Timur,” demikian pengumuman yang disampaikan secara berkala.
Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi rangkaian kereta yang mengalami kerusakan masih berlangsung. Petugas teknis juga terus berupaya mensterilkan jalur agar operasional dapat kembali normal. Belum ada keterangan resmi terkait jumlah korban maupun estimasi waktu pemulihan perjalanan di lintas Bekasi–Cikarang.
Editor : Lugas Rumpakaadi