RADARBANYUWANGI.ID - Operasional perjalanan kereta api di wilayah Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta mengalami gangguan serius setelah terjadi kecelakaan antara Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line dan Kereta Api Argo Bromo Anggrek, Senin (28/4/2026) malam.
Insiden tersebut terjadi di emplasemen Stasiun Bekasi Timur pada pukul 20.52 WIB, tepatnya di KM 28+920. Berdasarkan informasi yang dihimpun, KRL dengan kode operasional PLB 5568A relasi Kampung Bandan–Cikarang tertabrak oleh KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari Gambir menuju Surabaya Pasar Turi.
Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyatakan, penanganan darurat langsung dilakukan dengan fokus utama pada evakuasi dan keselamatan penumpang.
“Saat ini PT KAI bersama pihak kepolisian tengah melakukan proses evakuasi terhadap rangkaian kereta serta penanganan korban di lokasi kejadian. Kami berupaya semaksimal mungkin agar operasional perjalanan kereta api dapat segera kembali normal,” ujar Franoto dalam keterangan resminya, dikutip Antara.
Benturan keras menyebabkan jalur di lintas Bekasi Timur tidak dapat dilalui sementara waktu. Sebagai langkah pengamanan, KAI memutuskan untuk mematikan Aliran Listrik Atas (LAA) di lintas Cibitung hingga Bekasi Timur, termasuk area emplasemen stasiun.
Sejumlah petugas teknis telah diterjunkan untuk mempercepat proses pemulihan. Selain evakuasi rangkaian kereta, tim di lapangan juga berkoordinasi dengan aparat kepolisian guna melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap penyebab insiden.
Hingga berita ini diturunkan, perjalanan kereta api dari dan menuju Bekasi serta Cikarang masih mengalami keterlambatan signifikan. Pihak KAI menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pengguna jasa serta mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi melalui kanal resmi.
Editor : Lugas Rumpakaadi