RADARBANYUWANGI.ID – Suasana malam di Sekolah Rakyat (SR) Licin, Desa Tamansari, Kecamatan Licin, mendadak berubah mencekam. Dua ekor ular weling yang dikenal sangat berbisa tiba-tiba muncul di area sekolah, memicu kepanikan siswa dan guru yang tengah mengikuti kegiatan mengaji, Minggu malam (26/4).
Kemunculan satwa berbahaya tersebut sontak mengganggu aktivitas belajar malam. Para siswa yang sebelumnya khusyuk mengaji langsung berhamburan setelah mengetahui ada ular berbisa di sekitar mereka.
Satu Ular Ditemukan Mati, Satu Lagi Berhasil Dievakuasi
Laporan kejadian itu segera diteruskan ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi. Petugas langsung bergerak cepat setelah menerima laporan melalui call center sekitar pukul 18.57 dari warga setempat, Sony Dwi Fajrian.
Kepala Damkarmat Banyuwangi, Edy Supriyono, menjelaskan bahwa tim Regu Brama 2 segera diterjunkan ke lokasi.
“Setibanya di lokasi, satu ekor ular weling sudah dalam kondisi mati karena dibunuh warga. Kami kemudian melakukan penyisiran dan menemukan satu ekor lagi yang masih hidup,” ujarnya.
Proses Evakuasi Jadi Tontonan Siswa
Proses evakuasi ular berlangsung cukup menegangkan dan menarik perhatian para siswa. Dengan peralatan khusus seperti penjepit, pengait, sarung tangan, serta penerangan tambahan, petugas berusaha mengamankan ular tanpa risiko.
Siswa yang sempat panik kini justru menyaksikan proses penanganan dari jarak aman. Petugas memastikan evakuasi dilakukan secara hati-hati mengingat tingkat bahaya racun ular weling yang mematikan.
Ular yang berhasil diamankan kemudian dimasukkan ke dalam wadah khusus untuk memastikan tidak membahayakan lingkungan sekitar.
Damkarmat Imbau Warga Tidak Bertindak Sendiri
Edy menegaskan bahwa masyarakat sebaiknya tidak mengambil tindakan sendiri ketika menemukan satwa liar berbahaya, terutama ular berbisa seperti weling.
“Segera laporkan ke petugas. Penanganan harus dilakukan dengan peralatan dan keahlian khusus agar tidak menimbulkan korban,” tegasnya.
Ia menambahkan, upaya evakuasi selesai sekitar pukul 20.20 dan berjalan lancar tanpa insiden lanjutan.
Ular Dilepasliarkan ke Habitat Alami
Setelah diamankan, ular weling tersebut tidak dimatikan, melainkan dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya yang jauh dari permukiman warga. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus menghindari ancaman bagi manusia.
Waspada Musim Kemunculan Satwa Liar
Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat, terutama di wilayah yang berdekatan dengan kawasan hutan seperti Licin, untuk meningkatkan kewaspadaan. Perubahan cuaca dan kondisi lingkungan kerap membuat satwa liar keluar dari habitatnya.
Pihak sekolah juga diimbau untuk melakukan pengecekan rutin di area sekitar guna memastikan keamanan siswa, khususnya saat kegiatan malam hari.
Meski tidak menimbulkan korban, insiden ini meninggalkan kesan mendalam bagi siswa SR Licin yang sempat berhadapan langsung dengan ancaman ular berbisa di lingkungan sekolah mereka. (ray/aif)
Editor : Ali Sodiqin