RADARBANYUWANGI.ID – Tragedi memilukan mengguncang warga Desa Wringinrejo, Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi. Aksi nekat seorang suami yang membakar istrinya sebelum kemudian membakar diri sendiri berakhir tragis. Keduanya akhirnya meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan intensif.
Korban perempuan, Nur Hasanah (56), lebih dulu mengembuskan napas terakhir di RSUD Genteng pada Sabtu malam (25/4). Jenazahnya kemudian dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Desa Wringinrejo.
Selang sehari, sang suami, Sularni (63), juga dinyatakan meninggal dunia pada Minggu sore (26/4) sekitar pukul 16.30 WIB setelah kondisinya terus menurun akibat luka bakar serius.
Luka Bakar Parah, Nyawa Tak Tertolong
Kepala Desa Wringinrejo, Muadim, membenarkan kabar duka tersebut. Ia menyebut kedua korban sempat mendapatkan perawatan medis, namun luka bakar yang dialami terlalu parah.
Nur Hasanah meninggal dunia sekitar pukul 19.00 WIB Sabtu malam. Jenazahnya tiba di rumah duka sekitar pukul 23.00 WIB sebelum disalatkan dan dimakamkan.
“Jenazah langsung disalatkan dan kemudian dimakamkan di TPU Wringinrejo,” ujarnya.
Sementara itu, Sularni yang mengalami luka bakar hingga sekitar 80 persen dinyatakan meninggal dunia sehari setelahnya di rumah sakit yang sama.
“Jenazahnya masih dirawat di RSUD Genteng sebelum dibawa ke rumah duka,” tambah Muadim.
Dipicu Masalah Ekonomi
Peristiwa tragis ini bermula pada Jumat dini hari (24/4), saat Sularni diduga menyiramkan bahan bakar ke tubuh istrinya, lalu membakarnya. Setelah itu, ia nekat membakar dirinya sendiri.
Keduanya mengalami luka bakar serius di hampir seluruh tubuh dan sempat dilarikan ke RSUD Genteng untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
Berdasarkan keterangan medis, Nur Hasanah mengalami luka bakar hingga 100 persen, sedangkan Sularni sekitar 85 persen.
Dugaan sementara, aksi nekat tersebut dipicu persoalan ekonomi keluarga. Namun, penyelidikan lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan motif pasti di balik kejadian tersebut.
Warga Terguncang
Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar. Aparat desa bersama masyarakat turut membantu proses pemakaman serta memberikan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan.
Tragedi ini sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya penanganan persoalan rumah tangga secara bijak dan mencari bantuan ketika menghadapi tekanan hidup, guna mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari. (why/sgt)
Editor : Ali Sodiqin