RADARBANYUWANGI.ID - Fasilitas stop kontak di dalam gerbong kereta api kembali menjadi perhatian publik setelah beredar unggahan viral yang memperlihatkan penumpang menggunakan alat masak listrik selama perjalanan. Menanggapi hal itu, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta mengeluarkan peringatan tegas kepada seluruh pengguna jasa.
KAI menegaskan bahwa stop kontak yang tersedia di bangku penumpang hanya diperuntukkan bagi perangkat elektronik berdaya rendah. Penggunaan tersebut meliputi telepon seluler, laptop, tablet, serta perangkat kecil pendukung lainnya.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa sistem kelistrikan di dalam rangkaian kereta telah dirancang dengan kapasitas terbatas demi menunjang kenyamanan bersama.
“Daya listrik di dalam kereta diprioritaskan untuk menunjang fasilitas utama, seperti AC, penerangan, sistem pintu otomatis, serta perangkat informasi penumpang. Tidak tersedia kapasitas tambahan untuk penggunaan alat listrik berdaya besar,” ujar Franoto di Jakarta, Jumat (25/4/2026), dikutip Antara.
Menurut dia, sejumlah perangkat rumah tangga seperti penanak nasi (magic com), pengering rambut (hairdryer), hingga catokan rambut memiliki konsumsi daya tinggi karena menggunakan elemen pemanas. Jika dipaksakan digunakan di dalam kereta, perangkat tersebut berpotensi memicu beban berlebih atau overload pada sistem listrik.
Dampak dari kondisi overload tidak bisa dianggap sepele. Sistem kelistrikan kereta dapat mengalami gangguan hingga trip. Dalam situasi tersebut, arus listrik bisa terputus sehingga fasilitas utama seperti pendingin udara (AC) dan lampu tidak berfungsi.
Gangguan tersebut bukan hanya menurunkan kenyamanan penumpang, tetapi juga berpotensi mengganggu keselamatan operasional perjalanan kereta api.
Lebih jauh, penggunaan alat listrik yang tidak sesuai standar juga berisiko menimbulkan panas berlebih pada instalasi kabel di balik panel dinding kereta. Kondisi ini dapat memicu korsleting hingga kebakaran, terutama karena ruang gerbong merupakan area tertutup.
“Kami menegaskan bahwa setiap fasilitas di stasiun maupun di dalam kereta merupakan bagian dari sistem pelayanan yang harus dijaga bersama. Penyalahgunaan fasilitas tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga dapat membahayakan keselamatan seluruh pelanggan,” tegas Franoto.
Sebagai solusi, KAI menyarankan penumpang yang membutuhkan daya listrik lebih besar untuk memanfaatkan fasilitas di area stasiun. Saat ini, sejumlah stasiun besar telah dilengkapi coworking space dengan kapasitas listrik yang lebih memadai sebelum waktu keberangkatan.
KAI berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat agar kenyamanan dan keselamatan perjalanan kereta api tetap terjaga di masa mendatang.
Editor : Lugas Rumpakaadi