RADARBANYUWANGI.ID – Kebakaran menghanguskan satu unit rumah milik warga Dusun Juruh, Desa/Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu pagi (23/4). Ironisnya, peristiwa itu terjadi saat sang pemilik, Konstituanto, 70, tengah menjalani perawatan di rumah sakit (RS), sehingga rumah dalam kondisi kosong tanpa penghuni.
Api pertama kali diketahui sekitar pukul 07.30 oleh tetangga korban, Poniah. Ia melihat kepulan asap tebal keluar dari bagian atap rumah. Curiga terjadi sesuatu, Poniah segera menghubungi tetangga lain, Tijah, untuk memastikan keberadaan pemilik rumah.
“Setelah dicek, rumah dalam keadaan kosong. Pemiliknya ternyata sedang berada di rumah sakit,” ujar Kapolsek Singojuruh AKP Achmad Rudy.
Kabar kebakaran dengan cepat menyebar ke warga sekitar. Tanpa menunggu lama, warga langsung bergerak melakukan pemadaman secara gotong royong. Mereka bahkan terpaksa mendobrak pintu rumah yang terkunci agar bisa menjangkau sumber api di dalam bangunan.
“Warga bahu-membahu memadamkan api dengan alat seadanya,” jelas Rudy.
Di saat bersamaan, sebagian warga lainnya melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian dan petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi. Tak berselang lama, petugas gabungan tiba di lokasi sekitar pukul 08.00.
Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), petugas langsung melakukan upaya pemadaman lanjutan sekaligus pemeriksaan penyebab kebakaran. Api berhasil dikendalikan sekitar pukul 09.00 setelah sempat melalap sebagian isi rumah.
Dari hasil penyelidikan awal, kebakaran diduga kuat dipicu korsleting listrik yang berasal dari perangkat elektronik di dalam rumah, seperti kulkas dan televisi. Kondisi bangunan yang sebagian besar berbahan bambu membuat api dengan cepat merambat dan membesar.
“Diduga api berasal dari korsleting listrik yang menjalar ke kulkas dan televisi. Material rumah yang mudah terbakar mempercepat penyebaran api,” terang Rudy.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut karena rumah sedang kosong. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp 10 juta.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk memastikan instalasi listrik di rumah tetap aman, terutama saat ditinggal dalam kondisi kosong. Pemeriksaan rutin terhadap perangkat elektronik juga dinilai krusial guna mencegah potensi kebakaran akibat arus pendek listrik. (why/sgt)
Editor : Ali Sodiqin