RADARBANYUWANGI.ID – Pesta minuman keras berujung maut. Seorang nelayan asal Situbondo ditemukan tak bernyawa di tepi pantai wilayah Kecamatan Muncar, Rabu pagi (22/4).
Korban, Endi Hardiyanto, 27, diduga meninggal setelah menenggak arak bersama rekan-rekannya pada malam sebelumnya.
Peristiwa ini sontak mengundang tanda tanya. Hingga kini, polisi belum dapat memastikan penyebab kematian korban yang ditemukan dalam posisi tengkurap di bibir pantai.
Kapolsek Muncar AKP Mujiono mengungkapkan, korban diketahui merupakan warga Desa Tanjung Kamal, Kecamatan Mangaran, Situbondo.
Malam sebelum ditemukan meninggal, Endi baru saja pulang melaut di perairan Muncar bersama tiga rekannya: Sodik, Kevin, dan Rifai.
Sekitar pukul 18.00 WIB, Selasa (21/4), mereka berkumpul di sebuah gardu di kawasan pantai Dusun Sampangan, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi.
Di lokasi itu, keempatnya menghabiskan waktu dengan berbincang sambil menenggak minuman keras jenis arak.
“Sekitar pukul 21.00, tidak ada kejadian mencurigakan. Mereka kemudian tidur di sekitar lokasi,” ujar AKP Mujiono.
Namun, suasana berubah drastis keesokan paginya. Sekitar pukul 06.30 WIB, rekan-rekan korban mendapati Endi sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Jasadnya ditemukan sekitar 10 meter dari lokasi mereka berpesta arak, tepat di pinggir pantai.
“Korban ditemukan dalam posisi tengkurap. Saat ditemukan, sudah meninggal dunia,” jelasnya.
Temuan tersebut langsung dilaporkan ke pihak berwajib. Polisi yang datang ke lokasi segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan para saksi.
Di sekitar lokasi, petugas juga menemukan satu botol bekas yang diduga digunakan sebagai wadah arak.
Meski ada dugaan keterkaitan dengan konsumsi minuman keras, polisi belum berani menyimpulkan penyebab kematian.
Untuk memastikan hal itu, jenazah korban langsung dievakuasi ke RSUD Blambangan guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
“Penyebab kematian masih dalam penyelidikan. Kami menunggu hasil pemeriksaan medis,” tegas Mujiono.
Kasus ini menambah daftar panjang insiden yang diduga berkaitan dengan konsumsi minuman keras ilegal di wilayah pesisir Banyuwangi.
Aparat pun dihadapkan pada tantangan serius dalam mengawasi peredaran arak di kalangan nelayan.
Di sisi lain, warga sekitar mengaku kerap melihat aktivitas minum-minuman keras di kawasan pantai tersebut, terutama setelah para nelayan pulang melaut.
Minimnya pengawasan disebut menjadi salah satu faktor yang membuat kebiasaan itu terus berlangsung.
Polisi memastikan akan terus mendalami kasus ini, termasuk kemungkinan adanya faktor lain di balik kematian korban. “Kami masih melakukan penyelidikan lanjutan,” pungkasnya. (why/sgt)
Editor : Ali Sodiqin