RADARBANYUWANGI.ID – Peristiwa memilukan mengguncang warga Dusun Krajan 1, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, Selasa sore (21/4/2026). Sesosok jasad bayi laki-laki ditemukan tergeletak di tumpukan sampah di saluran air. Kondisinya mengenaskan—masih terdapat tali pusar, namun sudah mulai mengeluarkan aroma tak sedap.
Penemuan ini bukan hanya mengejutkan, tetapi juga memantik kemarahan warga. Di tengah semangat peringatan Hari Kartini, tragedi ini justru menjadi ironi pahit tentang nilai kemanusiaan yang tercabik.
Jasad bayi pertama kali ditemukan oleh seorang pelajar SMP, M Ferdi, 14, yang baru pulang memancing. Ia tak menyangka langkah santainya berubah menjadi momen yang akan membekas seumur hidup.
“Saya lihat seperti kaki bayi di antara sampah. Awalnya ragu, tapi setelah didekati ternyata benar,” ujar Ferdi.
Tak berani menyentuh, Ferdi langsung melapor kepada ketua RT setempat. Warga kemudian berdatangan ke lokasi, menciptakan kerumunan di sekitar saluran air tempat jasad bayi ditemukan dalam posisi telungkup.
Petugas dari Polsek Genteng bergerak cepat. Dipimpin Kanitreskrim Ipda Sujarwadi, tim langsung melakukan evakuasi sekitar pukul 17.00 WIB untuk menghindari kerumunan warga dan menjaga kondisi jasad.
“Begitu mendapat laporan, kami langsung ke lokasi dan mengevakuasi jasad bayi agar tidak menjadi tontonan,” tegas Sujarwadi.
Selanjutnya, jasad bayi dibawa ke RSUD Blambangan untuk dilakukan pemeriksaan medis. Proses identifikasi tengah dilakukan untuk memastikan waktu kelahiran hingga penyebab kematian.
Namun, fakta paling menyayat justru terletak pada dugaan kuat bahwa bayi tersebut sengaja dibuang. Kondisi tali pusar yang masih menempel mengindikasikan bayi tersebut baru saja dilahirkan sebelum akhirnya berakhir tragis di saluran sampah.
Polisi kini memburu pelaku yang diduga merupakan orang tua bayi tersebut. Lokasi kejadian telah dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan.
“Kami masih mendalami kasus ini. Siapa pun yang terlibat akan kami kejar,” tegas Sujarwadi.
Kasus ini menambah daftar panjang praktik pembuangan bayi yang terus berulang, menjadi sinyal keras bahwa persoalan sosial, ekonomi, hingga edukasi masih menjadi pekerjaan rumah serius.
Di tengah peringatan emansipasi perempuan, tragedi ini justru menampar realitas—bahwa masih ada kehidupan yang bahkan tak diberi kesempatan untuk dimulai. (sas/sgt)
Editor : Ali Sodiqin