RADARBANYUWANGI.ID – Upaya menyalip kendaraan berujung petaka. Seorang pengendara sepeda motor menabrak bagian belakang truk di jalan raya Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, Minggu sore (19/4).
Insiden ini mengakibatkan penumpang motor mengalami luka di bagian kepala hingga harus dilarikan ke rumah sakit.
Kecelakaan terjadi diduga karena pengendara motor gugup saat hendak mendahului kendaraan di depannya.
Baca Juga: Bansos Tahap II 2026 Segera Cair, Ribuan Warga Kotim Masuk Daftar—Data Dinamis Picu Pro-Kontra
Dalam kondisi lalu lintas yang cukup ramai, keputusan mendadak itu berujung benturan keras dengan bak truk.
Kapolsek Gambiran AKP Dwi Wijayanto menjelaskan, sepeda motor Honda Beat bernopol P 3188 VH dikendarai Bagus Maulana, 22, warga Desa Karangsari, Kecamatan Sempu. Ia membonceng Siti Aisyah, 42.
Keduanya melaju dari arah selatan. Di waktu yang hampir bersamaan, sebuah truk Mitsubishi bernopol P 9856 UE yang dikemudikan Hendrik Samujianto, 52, warga Desa/Kecamatan Bangorejo, juga melintas searah di depan mereka.
“Sesampainya di TKP, pengendara sepeda motor melaju dengan kecepatan cukup tinggi dan berusaha menyalip truk. Namun dari arah berlawanan muncul kendaraan lain,” terang AKP Dwi.
Baca Juga: Mensos Pastikan Bansos April 2026 Cair untuk 18 Juta Penerima, Data Dinamis Jadi Kunci Akurasi
Situasi tersebut membuat pengendara motor kehilangan kendali.
Dalam kondisi gugup, ia gagal menyelesaikan manuver menyalip dan justru menabrak bagian belakang truk.
Benturan tak terhindarkan. Bagus Maulana mengalami luka lecet, sementara penumpangnya, Siti Aisyah, mengalami luka di bagian kepala. Korban langsung dievakuasi ke RS Al Huda untuk mendapatkan penanganan medis.
Selain korban luka, kecelakaan ini juga menyebabkan kerusakan pada kendaraan.
Sepeda motor mengalami kerusakan cukup parah di bagian depan, sedangkan truk hanya mengalami lecet di bagian belakang kanan. Kerugian materi ditaksir mencapai Rp 1 juta.
Baca Juga: Bukan Sekadar Bertahan Hidup! Ini Cara Cerdas Selamat di Tengah Guncangan Ekonomi 2026
Polisi menegaskan, faktor utama kecelakaan adalah kurangnya kehati-hatian pengendara saat berkendara, terutama saat melakukan manuver menyalip di jalur dengan arus berlawanan.
“Kurangnya kewaspadaan dan kehati-hatian menjadi penyebab utama. Kami mengimbau masyarakat agar selalu mematuhi aturan lalu lintas dan tidak memaksakan menyalip jika kondisi tidak aman,” tegasnya.
Insiden ini menjadi pengingat bahwa keputusan sepersekian detik di jalan raya dapat berakibat fatal, terutama jika tidak disertai perhitungan matang terhadap kondisi lalu lintas di sekitar. (why/sgt)
Editor : Ali Sodiqin