Atap Rumah Warga Srono Banyuwangi Ambruk Mendadak Saat Cuaca Cerah, Dugaan Kayu Lapuk Jadi Penyebab

Zamrozi Wahyu • Dipublikasikan Selasa, 21 April 2026 | 00:00 WIB
BERSERAKAN: Atap rumah warga Desa Wonosobo, Kecamatan Srono, roboh lantaran usuknya sudah rapuh pada Jumat siang (17/4). (Imam Muslih for Radar Banyuwangi)
BERSERAKAN: Atap rumah warga Desa Wonosobo, Kecamatan Srono, roboh lantaran usuknya sudah rapuh pada Jumat siang (17/4). (Imam Muslih for Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Peristiwa tak terduga terjadi di tengah cuaca cerah. Atap rumah milik Siti Khotimah, warga Desa Wonosobo, Kecamatan Srono, Banyuwangi, tiba-tiba ambruk pada Jumat siang (17/4).

Insiden ini memantik perhatian karena terjadi tanpa tanda-tanda cuaca ekstrem, memunculkan dugaan kuat soal faktor kelayakan bangunan.

Atap rumah tersebut runtuh diduga akibat kayu penyangga (usuk) yang sudah lapuk dan rapuh dimakan usia.

Baca Juga: Tabel KUR BNI 2026 Rp350 Juta: Cicilan Mulai Rp5,7 Juta, Peluang Besar atau Beban Baru UMKM?

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. 

Penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri sesaat sebelum atap ambruk menghantam bagian dalam rumah.

Kepala Desa Wonosobo, Imam Muslih, mengungkapkan bahwa kejadian berlangsung secara tiba-tiba saat kondisi cuaca normal.

Tidak ada hujan maupun angin kencang yang biasanya menjadi pemicu kerusakan bangunan.

“Peristiwa terjadi siang hari, kondisi cerah. Atap rumah Bu Siti Khotimah tiba-tiba roboh karena kayunya sudah lapuk,” ujar Imam, Minggu (20/4).

Baca Juga: Mensos Pastikan Bansos April 2026 Cair untuk 18 Juta Penerima, Data Dinamis Jadi Kunci Akurasi

Ia menambahkan, saat kejadian korban sempat berada di dalam rumah bersama anaknya. Bahkan, anak korban diketahui tengah tertidur ketika insiden terjadi.

“Anaknya saat itu sedang tidur, tapi Alhamdulillah semuanya selamat. Mereka sempat keluar sebelum atap runtuh sepenuhnya,” jelasnya.

Pasca kejadian, warga sekitar langsung melaporkan insiden tersebut kepada pemerintah desa.

Respons cepat pun dilakukan dengan mendatangi lokasi dan melakukan koordinasi berjenjang hingga ke tingkat kecamatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi.

Baca Juga: Harga Emas Antam 20 April 2026 Anjlok Rp44.000, Emas Perhiasan Mandek—Pasar Terjepit Konflik Global

Tak butuh waktu lama, bantuan darurat langsung disalurkan pada hari yang sama.

Paket bantuan tersebut mencakup terpal untuk penutup sementara, makanan siap saji, serta kebutuhan dasar lainnya.

“Pada Jumat sore bantuan darurat sudah langsung diserahkan ke korban. Ini bentuk respons cepat agar kebutuhan mendesak bisa segera terpenuhi,” tambah Imam.

Meski bantuan awal telah diterima, proses pengajuan bantuan lanjutan untuk perbaikan rumah masih berjalan.

Pemerintah desa terus mendorong agar bantuan material segera terealisasi guna membantu korban membangun kembali tempat tinggalnya.

Baca Juga: Anti Panik! Rahasia Lolos Tryout SNBT 2026 Tanpa Deg-degan, Dijamin Lebih Tenang dan Fokus

“Kami masih mengupayakan pengajuan bantuan material. Harapannya bisa segera turun agar beban korban bisa lebih ringan,” pungkasnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pengecekan rutin kondisi bangunan rumah, terutama pada struktur utama seperti rangka atap.

Faktor usia material yang terabaikan dapat menjadi ancaman serius meski tanpa dipicu kondisi cuaca ekstrem. (why/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
atap rumah ambruk srono bpbd banyuwangi banyuwangi rumah roboh