RADARBANYUWANGI.ID – Jalan Raya Nasional Banyuwangi–Jember kembali memakan korban jiwa. Kali ini, kecelakaan tragis melibatkan sepeda motor Honda Scoopy dan sebuah truk tangki terjadi tepat di sisi selatan Rumah Sakit Islam (RSI) Fatimah, Kelurahan Kalirejo, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (18/4/2026) sore.
Insiden yang terjadi sekitar pukul 17.00 WIB itu berlangsung cepat, namun menyisakan kepiluan. Satu mahasiswa tewas di tempat, sementara satu lainnya mengalami luka berat dan harus dilarikan ke rumah sakit yang lokasinya hanya beberapa ratus meter dari titik kejadian.
Peristiwa ini kembali menyoroti kerasnya karakter lalu lintas di jalur utama penghubung Banyuwangi–Jember yang dikenal padat, sempit di beberapa titik, dan rawan kecelakaan fatal.
Berawal dari Upaya Menghindar, Berakhir Maut
Berdasarkan keterangan saksi dan hasil olah awal kepolisian, kecelakaan bermula saat sepeda motor Honda Scoopy bernomor polisi P 5721 QAK melaju dari arah selatan ke utara.
Motor tersebut dikendarai dua mahasiswa, yakni GDW (23) warga Cluring sebagai pengendara, dan ANR (24) warga Rogojampi sebagai penumpang.
Saat melintas di lokasi kejadian, keduanya diduga dikejutkan oleh gerobak sampah yang sedang didorong di lajur depan mereka. Refleks, pengendara membanting setir ke arah kanan untuk menghindari tabrakan dari depan.
Namun manuver itu justru menjadi awal petaka.
“Pengendara motor menghindar ke kanan karena ada gerobak sampah, namun di saat bersamaan melaju satu truk tangki dari arah yang sama di sisi kanannya,” ujar Kanit Gakkum Satlantas Polresta Banyuwangi Ipda Pepri Tri Alfiyan, Minggu (19/4/2026).
Benturan Tak Terelakkan di Jalur Sempit
Di saat Scoopy berpindah jalur secara tiba-tiba, dari arah yang sama melaju truk tangki bernomor polisi UN 9997 UH yang dikemudikan ACS (35), warga Srono.
Jarak yang terlalu dekat membuat situasi tak lagi bisa dikendalikan. Benturan pun tak terhindarkan. Motor menyenggol bagian kiri truk tangki sebelum akhirnya kedua penumpang terjatuh ke aspal.
“Akibatnya, satu korban meninggal dunia dengan luka parah di bagian kepala di lokasi kejadian,” jelas Ipda Pepri.
Sementara satu korban lainnya, ANR, mengalami luka berat di bagian kepala dan segera dievakuasi ke RSI Fatimah untuk mendapatkan perawatan intensif.
Jalur Padat, Risiko Tinggi
Tragedi ini kembali membuka sorotan terhadap kondisi Jalan Raya Nasional Banyuwangi–Jember yang kerap disebut sebagai salah satu titik rawan kecelakaan di wilayah timur Jawa Timur.
Kepadatan kendaraan, aktivitas warga di pinggir jalan, serta manuver kendaraan berat sering kali menjadi kombinasi berbahaya yang memicu kecelakaan fatal.
Di lokasi kejadian, polisi juga menemukan bahwa ruang gerak kendaraan cukup terbatas, terlebih saat jam-jam sibuk sore hari.
Polisi Lakukan Olah TKP
Pihak Satlantas Polresta Banyuwangi langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sejumlah barang bukti juga telah diamankan untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
“Kami sudah lakukan olah TKP dan mengamankan kendaraan yang terlibat untuk pendalaman,” tambahnya.
Baca Juga: Desa Tulungrejo Banyuwangi Bangun GOR Bertaraf Nasional, APBDes Terbatas Tak Jadi Alasan
Kerugian materi akibat insiden ini diperkirakan mencapai sekitar Rp1 juta, meski angka itu jauh lebih kecil dibanding kehilangan nyawa dalam peristiwa tersebut.
Tragedi ini menjadi pengingat keras bahwa sekecil apa pun kesalahan di jalan raya, terutama di jalur nasional yang padat, dapat berujung pada kehilangan yang tak tergantikan. (*)
Editor : Ali Sodiqin