RADARBANYUWANGI.ID – Kebakaran kembali menghanguskan rumah warga di Banyuwangi. Kali ini, rumah milik Sukani, 56, di Dusun Wringinpitu, Desa Plampangrejo, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, Jawa Timur, dilalap si jago merah saat dalam kondisi kosong, Sabtu malam (18/4).
Peristiwa ini menambah daftar kasus kebakaran rumah yang kerap terjadi tanpa disadari pemilik. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 10 juta.
Yang menjadi sorotan, api diduga muncul dari area dapur—ruang yang kerap menjadi titik rawan kebakaran akibat kelalaian atau gangguan teknis.
Api Muncul Saat Rumah Kosong
Informasi yang dihimpun, kebakaran terjadi sekitar pukul 21.30. Saat itu, rumah dalam kondisi tidak berpenghuni sehingga api sempat membesar sebelum diketahui warga.
Huda, 29, tetangga korban, menjadi saksi pertama yang menyadari kejadian tersebut. Ia awalnya mendengar suara seperti kayu terbakar dari arah rumah Sukani.
“Saya dengar suara seperti kayu terbakar, lalu saya cek, ternyata sudah ada asap keluar dari rumah,” ujarnya.
Baca Juga: Senam Massal ASN Situbondo Bareng Kepala BKN, Dilanjut Tanam Pohon di Alun-Alun Kota Santri
Tanpa menunggu lama, Huda mencoba memadamkan api seorang diri. Namun, kobaran api dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan.
Warga Berjibaku, Damkar Dikerahkan
Melihat situasi semakin memburuk, Huda segera meminta bantuan warga sekitar sekaligus menghubungi petugas pemadam kebakaran.
Tim Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Sektor Srono menerima laporan dan langsung meluncur ke lokasi.
“Kami menerima laporan sekitar pukul 21.30 dan langsung menuju lokasi untuk penanganan,” kata Heri Siswanto, petugas Damkarmat Srono.
Sesampainya di lokasi, petugas langsung melakukan pemetaan titik api dan menggelar peralatan pemadam.
Pemadaman Fokus Dapur dan Kamar
Proses pemadaman dilakukan dengan cepat menggunakan selang berukuran 1,5 inci yang terhubung ke unit suplai air.
Baca Juga: Bupati Situbondo Mas Rio Raih KWP Award 2026, Diapresiasi atas Inovasi Digital Pelayanan Publik
Petugas memprioritaskan penyemprotan di area dapur dan kamar yang menjadi pusat kobaran api.
“Penyemprotan dimulai dari dapur dan kamar. Setelah api padam, kami lanjutkan dengan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api tersisa,” jelas Heri.
Berkat kerja sama warga dan petugas, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 22.15.
Penyebab Masih Diselidiki
Meski api telah berhasil dijinakkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan.
Namun, indikasi awal mengarah pada sumber api dari area dapur—lokasi yang paling sering menjadi pemicu kebakaran rumah tangga.
Baca Juga: Resmi! Gaji ke-13 ASN Cair Juni 2026, Ini Rincian Besaran dan Aturan Lengkapnya
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan, terutama saat rumah ditinggalkan dalam kondisi kosong.
Tanpa pengawasan, potensi kebakaran bisa berkembang cepat dan menimbulkan kerugian lebih besar.
Kerugian dan Dampak
Akibat kejadian tersebut, Sukani mengalami kerugian materiil sekitar Rp 10 juta. Meski tidak ada korban jiwa maupun luka, sebagian bangunan rumah mengalami kerusakan.
Warga sekitar berharap adanya peningkatan edukasi terkait pencegahan kebakaran, terutama di lingkungan permukiman padat.
Kasus ini menegaskan satu hal: kebakaran bisa terjadi kapan saja—dan sering kali bermula dari hal kecil yang luput dari perhatian. (why/sgt)
Editor : Ali Sodiqin